Desa Dabulon
Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan
Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56 Desa Dabulon Bersama Warga Bersihkan Kolam Galian Pendukung Ketahanan Pangan Desa
Lampiran
Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56 Desa Dabulon Bersama Waarga Bersihkan Kolam Galian Pendukung Ketahanan
Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56 Desa Dabulon Bersama Warga Bersihkan Kolam Galian Pendukung Ketahanan Pangan Desa
Meta Deskripsi: Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56 Desa Dabulon bersama warga melaksanakan pembersihan kolam galian pendukung program ketahanan pangan sektor perikanan. Kegiatan yang dikoordinatori oleh Feby Khusnul Khotimah dan Cahaya ini mendapat apresiasi dari Kepala Desa Dabulon Anuar Sadat sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.
Dabulon, 24 Juni 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Borneo Tarakan (UBT) Kelompok 56 Desa Dabulon melaksanakan kegiatan gotong royong bersama masyarakat dengan membersihkan kolam galian yang berada di dekat rumah Kepala Adat Desa Dabulon, Rabu (24/06/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN dalam mendukung pengelolaan sarana ketahanan pangan desa dan pelestarian lingkungan perikanan.
Pembersihan kolam dilakukan dengan membersihkan rumput liar yang tumbuh di sekitar kolam, mengumpulkan sampah, serta merapikan area sekitar agar tetap bersih dan nyaman. Kegiatan ini turut dibantu oleh warga yang selama ini bertanggung jawab terhadap pemeliharaan kolam galian tersebut.
Kolam galian yang dibersihkan memiliki nilai strategis bagi masyarakat Desa Dabulon. Pada tahun sebelumnya, sektor perikanan menjadi salah satu fokus Program Ketahanan Pangan Hewani Desa Dabulon yang dilaksanakan melalui dukungan program pembangunan desa. Melalui program tersebut, pemerintah desa mengembangkan budidaya ikan secara berkelompok menggunakan teknologi bioflok, yaitu metode budidaya yang memanfaatkan mikroorganisme untuk menjaga kualitas air sekaligus meningkatkan produktivitas hasil perikanan.
Selain pengembangan kelompok budidaya ikan, Pemerintah Desa Dabulon juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan kolam ikan secara mandiri sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga. Program tersebut bertujuan menyediakan sumber protein hewani yang sehat bagi rumah tangga sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga melalui hasil panen ikan.
Kegiatan pembersihan kolam ini dikoordinatori oleh Feby Khusnul Khotimah, mahasiswi Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, bersama Cahaya, mahasiswi Program Studi Akuakultur. Keduanya memandang bahwa keberlanjutan sarana budidaya perikanan perlu mendapat perhatian bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.
Dalam keterangannya, Feby Khusnul Khotimah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus wujud pengabdian kepada masyarakat.
"Sebagai mahasiswa yang mempelajari bidang perairan, kami melihat bahwa kebersihan dan kondisi lingkungan kolam sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan. Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu masyarakat menjaga kualitas lingkungan budidaya sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya pemeliharaan sarana perikanan sebagai pendukung ketahanan pangan desa," jelas Feby.
Senada dengan hal tersebut, Cahaya menambahkan bahwa kolam yang terawat dengan baik akan memberikan dampak positif terhadap produktivitas budidaya ikan dan keberlanjutan program perikanan masyarakat.
"Kami berharap kegiatan sederhana seperti ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi langkah awal untuk terus menjaga fasilitas perikanan yang telah dibangun bersama," ujarnya.
Sementara itu, Ketua KKN UBT Kelompok 56 Desa Dabulon, Syarifudin, menyampaikan bahwa program kerja yang dilaksanakan kelompoknya dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui kegiatan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan desa.
"Kami ingin kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya sebatas menjalankan program kerja, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata yang dapat dirasakan masyarakat. Kegiatan pembersihan kolam ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap keberlanjutan program ketahanan pangan yang telah dikembangkan oleh Pemerintah Desa Dabulon," kata Syarifudin.
Di sisi lain, Kepala Desa Dabulon, Anuar Sadat, memberikan apresiasi atas kepedulian dan semangat pengabdian yang ditunjukkan oleh Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56. Menurutnya, program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat merupakan bentuk kolaborasi yang sangat positif antara perguruan tinggi dan pemerintah desa.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Mahasiswa KKN Universitas Borneo Tarakan Kelompok 56 yang telah menunjukkan kepedulian terhadap fasilitas pendukung ketahanan pangan desa. Kegiatan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Desa Dabulon dalam menjaga keberlanjutan program perikanan yang telah dikembangkan. Semoga semangat gotong royong dan kolaborasi seperti ini dapat terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi masyarakat," ungkap Anuar Sadat.
Lebih lanjut, Kepala Desa Dabulon berharap keberadaan mahasiswa KKN tidak hanya memberikan kontribusi melalui kegiatan fisik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi, edukasi, dan pendampingan yang dapat meningkatkan kapasitas masyarakat di berbagai sektor pembangunan desa.
Melalui kegiatan pembersihan kolam galian ini, terjalin sinergi yang baik antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga aset desa yang memiliki manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan. Selain mendukung keberhasilan budidaya ikan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai gotong royong, meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, serta mendukung keberlanjutan program ketahanan pangan Desa Dabulon secara berkelanjutan.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk terus menjaga dan memanfaatkan sarana perikanan yang telah tersedia, sehingga tujuan mewujudkan kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dapat tercapai secara optimal.



Danzo
18 Juni 2026 09:53:32
...