Desa Dabulon
Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan
Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56 Desa Dabulon Edukasi Anak-Anak Cegah Bullying Lewat Program Lentera Ilmu
Lampiran
Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56 Edukasi Anak-Anak Cegah Bullying Lewat Program Lentera Ilmu
Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56 Desa Dabulon Edukasi Anak-Anak Cegah Bullying Lewat Program Lentera Ilmu
Meta Deskripsi: Mahasiswa KKN Universitas Borneo Tarakan Kelompok 56 Desa Dabulon menggelar sosialisasi pencegahan bullying melalui Program Lentera Ilmu. Kegiatan ini mengajak anak-anak memahami bentuk, dampak, dan cara mencegah perundungan demi mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
DABULON – Kamis , 25 Juni 2026: Upaya membangun karakter anak sejak usia dini terus dilakukan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Borneo Tarakan (UBT) Kelompok 56 Desa Dabulon. Melalui Program Lentera Ilmu, mahasiswa kembali menyelenggarakan kegiatan bimbingan belajar yang kali ini mengangkat tema "Sosialisasi Pencegahan Bullying untuk Mewujudkan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Nyaman", Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang dikoordinasikan oleh Sutri dan Sintha Agiulina Tarigan tersebut diikuti puluhan anak-anak Desa Dabulon. Dengan pendekatan edukatif dan interaktif, para peserta diajak memahami pentingnya membangun sikap saling menghormati serta menjauhi segala bentuk tindakan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa bullying bukan hanya berupa tindakan fisik, tetapi juga dapat berupa ejekan, penghinaan, pengucilan, intimidasi, hingga tindakan yang menyebabkan seseorang merasa takut, malu, atau kehilangan rasa percaya diri. Anak-anak diberikan pemahaman mengenai dampak negatif bullying terhadap kondisi psikologis, perkembangan sosial, dan semangat belajar korban.
Suasana pembelajaran berlangsung komunikatif. Anak-anak tampak antusias mengikuti sesi diskusi dengan berbagi pendapat mengenai pengalaman yang pernah mereka lihat maupun alami di lingkungan pergaulan. Mahasiswa KKN kemudian mengarahkan diskusi tersebut untuk menanamkan nilai empati, kepedulian, dan keberanian dalam menghentikan tindakan perundungan.
Sebagai media pembelajaran yang menarik, peserta juga diajak menuangkan pemahaman mereka melalui kegiatan menggambar. Anak-anak diminta mengilustrasikan karakter pelaku bullying dan korban bullying berdasarkan materi yang telah disampaikan. Melalui aktivitas tersebut, mereka belajar mengenali ciri-ciri perilaku perundungan sekaligus memahami dampaknya terhadap orang lain.
Koordinator kegiatan, Sutri, mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya menanamkan pendidikan karakter kepada anak-anak sejak dini agar mereka mampu menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat dan saling menghargai.
"Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada adik-adik bahwa bullying bukanlah hal yang wajar atau sekadar bercanda. Setiap anak berhak merasa aman, dihargai, dan nyaman ketika belajar maupun bermain. Kami berharap mereka dapat menjadi generasi yang berani menolak tindakan bullying serta saling mengingatkan untuk menghormati teman tanpa membedakan latar belakang maupun kemampuan," ujar Sutri.
Sementara itu, Sintha Agiulina Tarigan menambahkan bahwa metode pembelajaran yang dikombinasikan dengan kegiatan menggambar dipilih agar materi lebih mudah diterima oleh anak-anak.
"Anak-anak cenderung lebih mudah memahami materi ketika disampaikan melalui aktivitas yang menyenangkan. Dengan menggambar dan berdiskusi, mereka dapat mengekspresikan pemahaman sekaligus belajar mengenali perilaku yang termasuk bullying dan bagaimana cara mencegahnya," jelas Sintha.
Program Lentera Ilmu merupakan salah satu bentuk pengabdian Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56 yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda Desa Dabulon. Melalui berbagai tema pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, mahasiswa berupaya memberikan bekal pendidikan karakter yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56 berharap anak-anak Desa Dabulon semakin memahami bahaya bullying, memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk perundungan, serta mampu membangun budaya saling menghargai, peduli, dan menghormati sesama. Dengan demikian, lingkungan sekolah maupun lingkungan bermain di Desa Dabulon diharapkan menjadi tempat yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.



Danzo
18 Juni 2026 09:53:32
...