Desa Dabulon
Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan
Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56 Desa Dabulon Ikuti Sosialisasi Menspad Cuci Pakai, Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Kepedulian Lingkungan
Mahasiswi KKN UBT Kelompok 56 Desa Dabulon Ikuti Sosialisasi Menspad Cuci Pakai, Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Kepedulian Lingkungan
Meta Deskripsi: Mahasiswi KKN UBT Kelompok 56 Desa Dabulon bersama ibu-ibu mengikuti sosialisasi Menspad (pembalut kain cuci pakai) sebagai upaya meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, kebersihan organ intim, serta mengurangi limbah pembalut sekali pakai.
Dabulon, Kamis , 25 Juni 2026: Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Borneo Tarakan (UBT) Kelompok 56 Desa Dabulon mengikuti rangkaian kegiatan sosialisasi mengenai Menspad atau pembalut kain wanita cuci pakai yang diselenggarakan sebagai bagian dari edukasi kesehatan reproduksi bagi kaum perempuan di Desa Dabulon.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh ibu-ibu Desa Dabulon yang antusias mengikuti penyampaian materi serta sesi diskusi interaktif. Sosialisasi ini dikoordinasikan oleh Ibu Kepala Desa Dabulon Misyani sebagai bentuk dukungan pemerintah desa terhadap peningkatan kualitas kesehatan perempuan dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.
Meningkatkan Literasi Kesehatan Reproduksi Perempuan
Dalam sosialisasi tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai pentingnya menjaga kebersihan organ intim sebagai salah satu langkah preventif untuk mengurangi risiko terjadinya berbagai gangguan kesehatan reproduksi. Pemateri Johan Saifuddin juga mengajak para peserta memahami pentingnya penggunaan produk menstruasi yang higienis, penggunaan yang benar, serta kebiasaan menjaga kebersihan diri selama masa menstruasi.
Selain itu, peserta juga diajak mengenali berbagai jenis produk pembalut yang beredar di pasaran beserta cara memilih produk yang aman sesuai kebutuhan. Edukasi ini bertujuan agar masyarakat semakin bijak dalam menjaga kesehatan reproduksi melalui pola hidup bersih dan sehat.
Mengenalkan Menstrual Pad Cuci Pakai yang Ramah Lingkungan
Salah satu materi utama yang disampaikan oleh Johan Saifuddin adalah pengenalan Menstrual Pad (Menspad) cuci pakai, yaitu pembalut berbahan kain yang dapat dicuci, dikeringkan, dan digunakan kembali berkali-kali dengan tetap memperhatikan standar kebersihan.
Produk ini diperkenalkan sebagai salah satu alternatif yang lebih ramah lingkungan karena mampu mengurangi timbunan sampah pembalut sekali pakai yang selama ini menjadi salah satu penyumbang limbah rumah tangga.
Selain memiliki masa pakai yang lebih lama, penggunaan menspad juga dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi karena dapat digunakan berulang kali apabila dirawat sesuai petunjuk kebersihan.
Diskusi Interaktif Bersama Ibu-Ibu Desa
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para ibu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya mengenai cara penggunaan, teknik pencucian yang benar, penyimpanan setelah digunakan, hingga perawatan menspad agar tetap higienis.
Mahasiswi KKN Kelompok 56 turut aktif mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dengan lebih mudah. Interaksi ini menjadi sarana berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat hubungan antara mahasiswa KKN dengan masyarakat Desa Dabulon.
Wujud Kolaborasi Mahasiswa dan Pemerintah Desa
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan perempuan di tingkat desa. Dukungan Pemerintah Desa Dabulon melalui koordinasi Ibu Kepala Desa Misyani menjadi faktor penting dalam terselenggaranya kegiatan edukatif yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi edukasi kesehatan yang berkelanjutan serta mendorong tumbuhnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sekaligus kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Manfaat Kegiatan
Pelaksanaan sosialisasi ini memberikan berbagai manfaat, antara lain:
- Meningkatkan pengetahuan perempuan mengenai kesehatan reproduksi dan kebersihan organ intim.
- Memberikan edukasi mengenai alternatif pembalut kain cuci pakai yang dapat digunakan secara berulang.
- Menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi limbah pembalut sekali pakai.
- Mempererat kolaborasi antara mahasiswa KKN, Pemerintah Desa Dabulon, dan masyarakat.
- Mendorong terciptanya perilaku hidup bersih, sehat, dan ramah lingkungan di tingkat keluarga maupun masyarakat.
Melalui kegiatan edukasi seperti ini, diharapkan perempuan Desa Dabulon semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, menerapkan pola hidup sehat, serta berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui penggunaan produk yang lebih berkelanjutan.



Danzo
18 Juni 2026 09:53:32
...