Desa Dabulon
Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan
Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56 Serahkan Plakat Kepada Pemerintah Desa Dabulon, Simbol Terima Kasih atas Kebersamaan
Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56 Serahkan Plakat kepada Pemerintah Desa Dabulon, Simbol Terima Kasih atas Kebersamaan
Dabulon, 22 Juli 2026 – Pagi menjelang kepulangan ke kampus, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Borneo Tarakan (UBT) Kelompok 56 menyerahkan sebuah plakat penghargaan kepada Pemerintah Desa Dabulon sebagai simbol ucapan terima kasih atas dukungan, bimbingan, dan kebersamaan selama menjalankan pengabdian di desa tersebut.
Penyerahan plakat dilaksanakan pada Jum'at (24/7/2026) di halaman Kantor Desa Dabulon, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan. Plakat diserahkan langsung oleh Ketua KKN UBT Kelompok 56, Syarifudin, dan diterima oleh Kepala Desa Dabulon, Anuar Sadat, disaksikan oleh perangkat desa serta seluruh anggota KKN.
Suasana kegiatan berlangsung sederhana namun sarat makna. Bertempat di halaman kantor desa, para mahasiswa berdiri berjajar bersama aparatur desa dan anak-anak dalam suasana hangat penuh kekeluargaan. Momen tersebut menjadi salah satu kenangan terakhir sebelum para mahasiswa meninggalkan Desa Dabulon setelah kurang lebih empat puluh hari menjalankan program pengabdian.
Dalam sambutannya, Syarifudin menyampaikan bahwa plakat tersebut bukan sekadar cendera mata, melainkan lambang rasa hormat dan terima kasih dari seluruh mahasiswa kepada Pemerintah Desa dan masyarakat Dabulon.
"Plakat ini kami persembahkan sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Desa Dabulon yang telah menerima kami dengan sangat baik sejak hari pertama kedatangan. Kami merasa bukan hanya menjadi tamu, tetapi telah dianggap sebagai bagian dari keluarga besar Desa Dabulon."
Ia juga mengungkapkan bahwa selama menjalankan KKN, para mahasiswa memperoleh banyak pelajaran berharga tentang kehidupan masyarakat, gotong royong, serta nilai-nilai kebersamaan yang tidak dapat ditemukan di ruang perkuliahan.
"Kami datang untuk belajar mengabdi, namun justru masyarakat Dabulon yang banyak mengajarkan kami tentang arti ketulusan, kerja sama, dan kepedulian. Semoga hubungan baik ini tetap terjalin meskipun masa KKN telah berakhir."
Sementara itu, Kepala Desa Dabulon, Anuar Sadat, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan penghormatan yang diberikan oleh Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56 kepada Pemerintah Desa.
"Kami merasa bangga dan terharu menerima plakat ini. Bagi kami, yang paling berharga bukanlah bendanya, tetapi makna yang terkandung di dalamnya, yaitu kenangan, kebersamaan, dan persaudaraan yang telah terjalin antara mahasiswa dan masyarakat Desa Dabulon."
Ia menilai kehadiran mahasiswa selama lebih dari satu bulan telah memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, kesehatan, literasi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi adik-adik mahasiswa. Semoga pengalaman selama berada di Desa Dabulon menjadi bekal berharga untuk masa depan dan semoga kalian semua sukses dalam menempuh pendidikan maupun karier nantinya."
Setelah penyerahan plakat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama di depan Kantor Desa Dabulon. Tawa dan canda masih terdengar di antara para mahasiswa dan perangkat desa, namun di balik senyum tersebut tersimpan rasa haru karena perpisahan sudah semakin dekat.
Banyak warga dan anak-anak yang turut hadir menyaksikan momen tersebut mengaku merasa kehilangan karena selama ini mahasiswa telah aktif membantu berbagai kegiatan desa dan menjalin hubungan yang akrab dengan masyarakat.
Plakat yang diserahkan oleh Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56 menjadi simbol bahwa pengabdian mereka di Desa Dabulon tidak hanya meninggalkan program kerja, tetapi juga meninggalkan jejak persahabatan dan kekeluargaan yang akan selalu dikenang.
Pada hari itu juga, para mahasiswa kembali ke Universitas Borneo Tarakan untuk melanjutkan aktivitas akademik. Meski langkah mereka akan meninggalkan Desa Dabulon, kenangan tentang kebersamaan di desa tersebut diyakini akan tetap hidup dalam ingatan seluruh mahasiswa maupun masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdian mereka.
Perpisahan memang tinggal menghitung hari, tetapi plakat yang diserahkan sore itu menjadi pengingat bahwa sebuah pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan selalu meninggalkan jejak yang abadi di hati mereka yang pernah dipertemukan oleh kebersamaan.



Danzo
18 Juni 2026 09:53:32
...