Sekilas Info
Selamat datang di Website Resmi Desa Dabulon, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara

Artikel & Berita

Berita / Artikel

Transformasi Pertanian Tradisional Menuju Sistem Modern

Transformasi Pertanian Tradisional Menuju Sistem Modern

 

Pendahuluan

Pertanian merupakan sektor vital bagi kehidupan manusia karena menjadi sumber pangan dan penghidupan bagi sebagian besar masyarakat, terutama di pedesaan. Di banyak negara berkembang, seperti Indonesia, pertanian tradisional telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari selama berabad-abad. Namun, dengan kemajuan teknologi dan globalisasi, terjadi perubahan signifikan dalam cara masyarakat mengelola dan mempraktikkan kegiatan pertanian. Perubahan ini dikenal sebagai transformasi dari pertanian tradisional ke sistem modern. Artikel ini akan mengulas secara detail mengenai pengertian, tujuan, fungsi, manfaat, peran, serta tantangan dalam transformasi ini, Dabulon Senin ( 21/10/2024 ).

Hal ini sejalan dengan Visi, Misi Presiden terpilih Probowo Subianto, dalam pidaton pertamanya yang di sampaikan setelah dilantik secara resmi oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam sidang Paripurna sebagai Presiden  Republik Indonesia untuk masa bahakti 2024-2029, untuk dapat berswasembada  terutama untuk pangan. Transformasi pertanian tradisional  menuju sistem modern ini telah dilaksanakan sejak tahun 2015 dan sekarang menjadi prioritas dalam Kabinet Merah Putih.

Salah satu program yang sedang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian adalah dalam upaya percepatan pencetakan lahan pertanian atau Cetak Sawah Rakyat ( CSR ) di berbagai wilayah di Indonesia serta kolaborasi dengan kementerian desa, yang memberangkatkan 13 Kepala Desa dari berbagai wilayah termasuk Kepala Desa Dabulon Anuar Sadat dalam program Studi banding yang telah dilaksanakan yaitu Village Head Benchmarking Progran Batch 4 di Tiongkok, salah satunya adalah terkait sistem pertanian modern di tiongkok yang sangat berhasil dalam pengelolaannya.  

Pengertian Transformasi Pertanian Tradisional ke Sistem Modern

Transformasi pertanian tradisional ke sistem modern merujuk pada proses peralihan dari metode pertanian yang bersifat manual, konvensional, dan bergantung pada alam, menuju sistem pertanian yang memanfaatkan teknologi, mekanisasi, serta pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. Pertanian tradisional biasanya melibatkan praktik-praktik sederhana yang diwariskan dari generasi ke generasi, menggunakan alat-alat manual dan teknik-teknik kuno. Sementara itu, pertanian modern mencakup penggunaan teknologi canggih seperti traktor, drone, sensor tanah, irigasi otomatis, sistem pertanian berbasis data, hingga bioteknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Tujuan Transformasi Pertanian

Transformasi pertanian dari tradisional ke modern bertujuan untuk:

1. Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi: Dengan adopsi teknologi, para petani dapat meningkatkan hasil panen per hektar, mengurangi biaya produksi, dan meminimalkan waktu yang diperlukan untuk kegiatan pertanian.

2. Ketahanan Pangan: Transformasi ini bertujuan mendukung upaya ketahanan pangan dengan menyediakan hasil pertanian yang lebih banyak dan berkualitas dalam waktu yang lebih singkat.

3. Meminimalkan Ketergantungan pada Alam: Pertanian tradisional sangat bergantung pada kondisi alam seperti curah hujan dan kesuburan tanah. Sistem modern memperkenalkan inovasi seperti irigasi otomatis dan pupuk berbasis bioteknologi yang mengurangi ketergantungan tersebut.

4. Peningkatan Kesejahteraan Petani: Dengan peningkatan produktivitas, pendapatan petani diharapkan meningkat, sehingga mereka dapat hidup lebih sejahtera dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.

5. Peningkatan Kualitas dan Standarisasi Produk: Penggunaan teknologi modern memungkinkan petani menghasilkan produk pertanian yang lebih berkualitas, terstandarisasi, dan sesuai dengan permintaan pasar internasional.

Fungsi Transformasi Pertanian

Transformasi ini memiliki beberapa fungsi penting dalam konteks pembangunan ekonomi dan sosial:

1. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi: Pertanian modern menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi, terutama di negara-negara berkembang. Peningkatan hasil pertanian akan mendorong pertumbuhan industri terkait, seperti industri pangan dan ekspor hasil pertanian.

2. Mengurangi Kemiskinan: Transformasi ini berperan dalam mengentaskan kemiskinan, terutama di pedesaan, dengan menyediakan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan bagi petani.

3. Pembangunan Pedesaan: Dengan adanya sistem pertanian modern, desa-desa akan lebih berkembang baik dari sisi infrastruktur maupun kualitas hidup masyarakatnya. Modernisasi pertanian biasanya diikuti dengan peningkatan akses terhadap teknologi dan informasi di pedesaan.

4. Pengelolaan Sumber Daya yang Berkelanjutan: Melalui adopsi teknologi ramah lingkungan, transformasi pertanian ini juga berfungsi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekosistem alam.

Manfaat Transformasi Pertanian

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari transformasi pertanian tradisional ke sistem modern antara lain:

1. Peningkatan Hasil Pertanian: Dengan teknologi canggih, seperti bioteknologi dan pertanian presisi, petani dapat meningkatkan hasil panen dengan lebih efisien.

2. Pengurangan Biaya Produksi: Mekanisasi dan otomatisasi proses pertanian mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manusia, sehingga dapat menekan biaya produksi.

3. Peningkatan Mutu dan Kuantitas Produksi: Teknologi memungkinkan petani untuk memproduksi komoditas dengan kualitas yang lebih baik, lebih tahan lama, dan kuantitas yang lebih besar.

4. Adaptasi terhadap Perubahan Iklim: Pertanian modern memberikan solusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dengan memperkenalkan teknologi yang lebih adaptif, seperti sistem irigasi cerdas dan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem.

Peran dalam Transformasi Pertanian

Transformasi pertanian ke sistem modern melibatkan berbagai peran penting dari berbagai pihak:

1. Pemerintah: Pemerintah memiliki peran penting dalam mendukung modernisasi pertanian melalui kebijakan, regulasi, penyediaan infrastruktur, serta dukungan teknis dan finansial bagi petani.

2. Lembaga Penelitian dan Pendidikan: Lembaga-lembaga ini berperan dalam pengembangan teknologi dan inovasi pertanian, serta pelatihan dan pendidikan bagi para petani agar mampu mengadopsi teknologi modern.

3. Sektor Swasta: Sektor swasta, terutama dalam industri teknologi dan agribisnis, berperan penting dalam menyediakan teknologi, modal, serta pasar bagi produk-produk pertanian modern.

4. Petani dan Komunitas Desa: Petani sebagai aktor utama dalam proses transformasi perlu berperan aktif dalam mengadopsi teknologi, memanfaatkan peluang pelatihan, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memajukan pertanian.

Tantangan dalam Transformasi Pertanian

Meskipun memiliki banyak manfaat, transformasi pertanian tradisional ke sistem modern juga dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain:

1. Kurangnya Akses Teknologi dan Modal: Banyak petani, terutama di pedesaan, masih belum memiliki akses yang memadai terhadap teknologi modern karena keterbatasan modal dan infrastruktur.

2. Kesenjangan Pengetahuan dan Keterampilan: Sebagian besar petani tradisional masih terbiasa dengan cara-cara konvensional sehingga memerlukan waktu dan pendidikan tambahan untuk mampu beradaptasi dengan teknologi baru.

3. Perubahan Iklim: Perubahan iklim yang semakin ekstrem menjadi tantangan dalam mengelola pertanian yang berkelanjutan, bahkan dengan teknologi modern sekalipun.

4. Resistensi Sosial dan Budaya: Di beberapa komunitas, terdapat resistensi terhadap perubahan, di mana sistem pertanian tradisional telah menjadi bagian dari identitas budaya yang sulit digantikan.

5. Ketergantungan pada Pihak Eksternal: Pertanian modern seringkali melibatkan ketergantungan pada input eksternal seperti benih, pupuk, dan teknologi yang mungkin tidak selalu tersedia atau terjangkau.

Kesimpulan

Transformasi pertanian tradisional ke sistem modern merupakan suatu keharusan dalam menghadapi tantangan global seperti pertumbuhan penduduk, ketahanan pangan, dan perubahan iklim. Dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan petani, transformasi ini memainkan peran penting dalam pembangunan pedesaan dan ekonomi nasional. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, dengan dukungan dari pemerintah, lembaga pendidikan, sektor swasta, dan komunitas, transformasi ini memiliki potensi besar untuk menciptakan pertanian yang lebih produktif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto swasembada pangan merupakan program prioritas disamping swasembada energi. hal tersebut disampaikan dalam pidato pertamanya setelah resmi di lantik sebagai Presiden Republik Indonesia yang ke-8. Implementasi dari program swasembada pangan tentunya akan direspon dengan baik oleh kementerian pertanian dalam Kabinet Merah Putih agar  dapat di realisasikan, untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Beri Komentar

Komentar Facebook

layananmandiri

Hubungi Aparatur Desa
Untuk mendapatkan PIN

Statistik Penduduk

Desa Dabulon

85 LAKI-LAKI

70 PEREMPUAN

Total

155

Orang/Jiwa

Pendidikan

Wilayah

Agama

Usia/Umur

Pemilih

Perkawinan

Pekerjaan

VIDIO
Menu Kategori
Arsip Artikel
Agenda
Sinergi Program
Komentar
Media Sosial
Statistik Pengunjung

MEDIA SOSIAL
Desa Dabulon, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan - Kalimantan Utara

Hari ini:216
Kemarin:380
Total:62.038
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:52.14.187.136
Browser:Mozilla 5.0
Peta Lokasi Kantor
Peta Wilayah Desa

Transparansi APBD Desa

APBDes 2024 Pelaksanaan

PENDAPATAN

Anggaran:Rp 1.272.377.288,00
Realisasi:Rp 1.255.297.230,78
0%

BELANJA

Anggaran:Rp 1.281.183.288,00
Realisasi:Rp 1.231.885.000,00
0%

PEMBIAYAAN

Anggaran:Rp -8.806.000,00
Realisasi:Rp 0,00
0%

APBDes 2024 Pendapatan

Dana Desa

Anggaran:Rp 794.397.000,00
Realisasi:Rp 794.397.000,00
0%

Alokasi Dana Desa

Anggaran:Rp 477.680.288,00
Realisasi:Rp 460.752.710,00
0%

Bunga Bank

Anggaran:Rp 300.000,00
Realisasi:Rp 147.520,78
0%

APBDes 2024 Pembelanjaan

BIDANG PENYELENGGARAN PEMERINTAHAN DESA

Anggaran:Rp 501.821.298,00
Realisasi:Rp 462.505.000,00
0%

BIDANG PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA

Anggaran:Rp 325.550.000,00
Realisasi:Rp 324.430.000,00
0%

BIDANG PEMBINAAN KEMASYARAKATAN DESA

Anggaran:Rp 78.464.000,00
Realisasi:Rp 75.800.000,00
0%

BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA

Anggaran:Rp 303.347.990,00
Realisasi:Rp 297.150.000,00
0%

BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA, DARURAT DAN MENDESAK DESA

Anggaran:Rp 72.000.000,00
Realisasi:Rp 72.000.000,00
0%