Sekilas Info
Selamat datang di Website Resmi Desa Dabulon, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara

Artikel & Berita

BERITA DESA DABULON

Laporan Kegiatan Benchmarking Study Ke Tiongkok Batch 4

Lampiran File

LAPORAN

KEGIATAN 

BENCHMARKING

STUDY KE TIONGKOK 

BATCH 4

IMG-20241023-WA0018 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas Rahmat, taufik, serta hidayah- Nya, kami dapat menyelesaikan laporan pelaksanaan kegiatan Benchmarking Study ke Tiongkok Batch 4.

Laporan ini digunakan sebagai bahan evaluasi selanjutnya serta merupakan bentuk pertanggungjawaban Kepala Desa Peserta Benchmarking Batch 4 atas keterlaksanaannya kegiatan tersebut. Kegiatan ini terselenggara Berkat kerja sama antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia dengan Ministry of Agriculture and Rural Affairs (MARA) Tiongkok  untuk berbagi dan belajar pengalaman, keahlian, dan teknologi yang merupakan cara terbaik untuk mempercepat pembangunan desa, meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan mengentaskan kemiskinan.

Laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu dengan segala kerendahan hati, kami selaku pelaksana yang menjadi tim penyusun laporan ini sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari semua pihak.

Jakarta,  30 September 2024

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR..................................................................... 2

DAFTAR ISI................................................................................... 3

  1. LATAR BELAKANG.............................................................. 4
  2. NAMA DAN TEMA KEGIATAN........................................... 4
  3. TUJUAN KEGIATAN............................................................. 5
  4. BENTUK KEGIATAN............................................................ 5
  5. JADWAL KEGIATAN DAN PESERTA................................. 6
  6. PELAKSANAAN DAN HASIL KEGIATAN.......................... 9
  7. RENCANA TINDAK LANJUT............................................. 18
  8. DOKUMENTASI................................................................... 19

 

A. LATAR BELAKANG

Kegiatan Benchmarking Batch 4 merupakan bagian dari upaya Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan transmigrasi (PDTT) untuk meningkatkan kapasitas kepala desa dan tokoh masyarakat desa di Indonesia.

Program yang merupakan kerjasama antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia dengan Ministry of Agriculture and Rural Affairs (MARA) China ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan baru yang dapat diadaptasi dalam pengembangan desa di Indonesia, khususnya melalui study kasus dan praktik terbaik dari China.

Benchmarking Kepala Desa Batch 4 ke China akan dilaksanakan tanggal 18-28 September 2024 di 2 Kota yaitu Beijing dan Chengdu, dengan tema-tema yang telah dipilih antara lain pembangunan perdesaan dan pengembangan teknologi pertanian sehingga relevan dengan konteks pembangunan desa di Indonesia.

Adapun yang spesian dari Benchmarking Batch 4 ini adalah karena pemerintah China sedang menyelenggarakan Festival Panen raya pada tanggal 22 September 2024 sehingga peserta benchmarking dapat mengetahui produk-produk pertanian unggulan dari China.

Sebagai bagian dari wisata edukasi, peserta Benchmarking juga akan mengunjungi pusat penelitian Penangkaran Panda Raksasa di chengdu, untuk melihat secara langsung kehidupan panda yang menjadi maskot China.

 

B. NAMA DAN TEMA KEGIATAN

Nama                : Kegiatan Benchmarking Study ke Tiongkok Batch 4

Pelaksanaan     : 18 – 28 September 2024

Tema Kegiatan  : “Pembangunan Perdesaan Dan Pengembangan Teknologi Pertanian”

C. TUJUAN KEGIATAN

Tujuan Kegiatan Benchmarking Kepala Desa Study ke Tiongkok Batch 4, antara lain:

  1. Mendapatkan pengalaman, ilmu, serta ide dan gagasan baru yang dapat kami modifikasi dan terapkan di desa kami masing-masing
  2. Mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan pedesaan.
  3. Menambah pengetahuan dalam pengembangan dan kegiatan Sumber Daya Manusia,
  4. Memperoleh pengetahuan tentang pemberdayaan dan pendampingan oleh pemerintah Desa kepada para petani sehingga para petani keluar dari status kemiskinan ekstrim.
  5. Meningkatan pengetahuan dalam pembangunan, tata kelola kawasan dan perekonomian di desa

D. BENTUK KEGIATAN

Dalam rangka mengembangkan potensi pembangunan dan tata kelola ruang yang di desa guna meningkatkan perekonomian diperlukan adanya pengetahuan dan wawasan akan sistem pembangunan yang berkelanjutan dan berkembang. Saat ini membangun budaya mutu pada pengelolaan sistem keuangan dan tata kelola di wilayah desa menjadi hal yang urgent untuk dilakukan, baik dari sisi pengelolaan infrastruktur, kawasan, tata kelola lahan maupun tata kelola wilayah perekonomian. Mengingat cepatnya dinamika perubahan yang terjadi “memaksa” pengelola yang ada di desa untuk melakukan langkah-langkah strategis pencapaian tujuan ideal tersebut. Ada beberapa alasan hal tersebut harus dilakukan, antara lain: pertama, pertumbuhan pembangunan yang terus meningkat dan tuntutan masyarakatpun ikut meningkat, sehingga diperlukan solusi yang dapat menjamin bahwa pembangunan dikelola dengan benar dan memenuhi standar mutu. Kedua, dalam penyelenggaraan pembangunan, penting untuk memastikan bahwa sumber daya yang ada dapat digunakan dengan benar, secara transparan dan optimal. Ketiga, dengan adanya tata kelola yang baik dapat membantu pencapaian tujuan dan memastikan kualitas pelayanan serta pelaksanaan pembangunan yang maju dan berkembang bagi masyarakat. Keempat, dengan meningkatkan kerjasama dengan mitra yang ada di wilayah sekitar baik dalam pelaksanaan pembangunan maupun program pengembangan lainnya.

Benchmarking merupakan salah satu agenda yang dilakukan oleh Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama dengan Kepala Desa dalam rangka mempelajari best practice mengenai model pengelolaan pembangunan dan pengembangan kawasan  yang ada di Beijing dan Chengdu, Cina. Kegiatan yang dilakukan antara lain mengunjungi dan mempelajari daerah-daerah pedesaan di Kota Pengzhou, Chengdu, untuk mempelajari pengalaman dan praktik pengentasan kemiskinan China di desa-desa di sekitar Chengdu.

Dengan mempelajari beberapa hal tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk peningkatan pengetahuan dalam pembangunan, tata kelola kawasan dan perekonomian di desa. Misalnya bisa jadi desa pariwisata, bisa juga menonjolkan kelestarian budaya, bangunan atau dikemas dalam berbagai acara tradisional, hal itu menarik sekali. Tentunya berdasarkan keunggulan dan karakteristik desa masing-masing, misalnya bila ada potensi wisata, 'home industry', atau ada komoditas pertanian, perikanan dan lainnya. Selain itu kepala desa diharapkan juga belajar bagaimana skema kerja hubungan pemerintah pusat dan desa sehingga dapat diterapkan di Tanah Air.

E. JADWAL KEGIATAN DAN PESERTA

Kegiatan Benchmarking Kepala Desa Study ke Tiongkok Batch 4 yang merupakan kerjasama antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia dengan Ministry of Agriculture and Rural Affairs (MARA) dilaksanakan pada tanggal 18 – 28 September 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh Pejabat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia dan Kepala Desa. Adapun nama-nama peserta yang hadir disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 1. Daftar Nama Peserta Kegiatan

No

Nama

Jabatan

1.

Danton Ginting M

Dirjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi

2.

Rosyid

Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Masyarakat Desa DTT

3.

Andi Nita Arie

Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan

4.

Teguh Hermawan

Biro Hubungan Masyarakat

5.

Andrey Ikhsan Lubis

Direktorat Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa

6.

Moony Sinawang

Biro Hubungan Masyarakat

7.

Ardito Ramadhan

Jurnalis Kompas

 

Tabel 1. Daftar Nama Peserta Kegiatan (Lanjutan)

No

Nama

Jabatan

9.

Anuar Sadat

Kades Dabulon, Nunukan, Kaltara

10.

Ari Setiawan

Kades Krasak, Magelang, Jateng

11.

Bakhtiar Efendi

Kades Bawangan, Jombang, Jatim

12.

Daud Rizal

Kades Banjarsari, lebak, Banten

13.

Joko Siswanto

Kades Jeruk, Magetan, Jatim

14.

La Ode Rahmapo

Kades Kondongia, Muna, Sultra

15.

Lalu Syarifudin

Kades Kateng, Lombok Tengah, NTB

16.

Mochamad Fuad

Kades Randupitu, Pasuruan, Jatim

17.

Novilius Hayangua

Kades Kupa-Kupa, Halmahera Utara, malut

18.

Sahatu M Saleh

Kades Soa Sangaji, Halmahera Timur, Malut

19.

Takhtiful M

Kades Kebonagung, Magelang, Jateng

20.

Ujang Ma’mun

Kades Palasarigirang, Sukabumi, Jabar

 

Time schedule Benchmarking Kepala Desa Study ke Tiongkok Batch 4 bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, adalah:

No

Tanggal

Waktu

Kegiatan

1

18 Sept 24

22.45 – 06.55

Keberangkatan dari Jakarta ke

Beijing, China

2

19 Sept 24

 

Mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing, China

3

19 Sept 24

14.00

Audiensi Menteri Desa, PDTT dengan Menteri Pertanian dan Urusan Perdesaan, China (MARA/Ministry Of Agricultre and Rural Affairs Of the PeOple’s Republic Of China) di Kantor MARA

4

19 Sept 24

 

Upacara Pembukaan di Kementerian Pertanian dan Urusan Perdesaan, China (MARA/Ministry Of Agriculture and Rural Affairs Of the PeOple’s Republic Of China) di Liang Ma He Hotel

5

20 Sept 24

 

Mengunjungi Pasar Grosir Pertanian

Xinfadi

6

20 Sept 24

12:00-13:00

Mengunjungi Masjid Dong Zhimen

7

20 Sept 24

 

Mengunjungi Pusat Pengembangan

Teknologi Pedesaan China

 

8

21 Sept 24

 

Mengunjungi Tembok Besar China

9

21 Sept 24

 

Mengunjungi Bairong World Trade

Center

10

22 Sept 24

 

Mengunjungi Festival Panen Tiongkok di Huairou District

No

Tanggal

Waktu

Kegiatan

11

22 Sept 24

 

Mengunjungi Desa-Desa di Huairou

(Peternakan Ayam,  Produksi Sayuran dan Pengembangan Perdesaan)

Diskusi dengan para Kepala Desa

12

22 Sept 24

20:30-23:30

Keberangkatan Kepala Desa, Tim Pendamping dan Jurnalis        ke      Chengdu

13

23 Sept 24

23:00 – 05:40

Delegasi Penutupan tiba di Chengdu

14

23 Sept 24

 

Mengunjungi Perusahaan Pertanian

dan Desa di Pidu, Chengdu

15

24 Sept 24

 

Mengunjungi Pusat Penangkaran Panda Raksasa

16

25 Sept 24

 

Mengunjungi Desa-Desa di Daerah

Pujiang, Chengdu

17

26 Sept 24

 

Mengunjungi Desa-Desa di PengzhOu, Chengdu

18

26 Sept 24

 

Mengunjungi Taman Pameran Pertanian Tianfu

19

27 Sept 24

 

Mengunjungi Universitas Pertanian

Sichuan

20

27 Sept 24

 

Upacara Penutupan di Universitas

Pertanian Sichuan

21

27 Sept 24

 

Mengunjungi Masjid Huangcheng, Chengdu

22

28 Sept 24

09:30 – 21:15

Kepala Desa, Tim Pendamping dan Jurnalis Perjalanan ke Jakarta Chengdu–Beijing-Jakarta

 

 

F. PELAKSANAAN DAN HASIL KEGIATAN

Merujuk pada time schedule Pada tanggal 18 September 2024 Jam 23.00 Peserta Benchmarking Kepala Desa Study ke Tiongkok Batch 4 bersama tim dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia melaksanakan keberangkatan dari Jakarta, Indonesia ke Beijing, China. sampai di Beijing, China tanggal 19 September 2024 Jam 07.00 kemudian perjalanan ke hotel dan transit di Hotel Beijing, China.

Pada tanggal 19 September 2024 Jam 14.00 waktu China mengunjungi kedubes RI di Beijing ada 28 pejabat dan 40 pegawai setempat. Paruan Sillalahi (wakil duta besar) dan Bu Nadya menyampaikan Kedutaan menjaga hubungan 2 negara dan berhubungan dengan berbagai pihak kementerian.  Hubungan kita sangat baik, perdagangan, perindustrian dan pertahanan. 128 ribu desa miskin thn 90 sekarang sudah di angkat. Perwakilan Kedubes ada 3 di Shang hai , Hong Kong dan Guang Zhou. P Danton Ginting Munthe dirjen Kemendes memimpin Team. Pada Jam 16.00 waktu China, agenda upacara pembukaan.  MC Bu Yu Ying sekaligus direktur pertukaran internasional, dengan beberapa sesi acara sebagai berikut :

  1. Sambutan dirjen Danton Ginting, perkenalan team dan Kepala Desa. Kegiatan Benchmarking memperkuat hubungan dan mendapatkan pengalaman. Pembangunan berkelanjutan, kemajuan pertanian. Kades dapat meningkatkan pelayanan dan pembangunan di desa masing-masing.
  2. Pidato ibu Wang Jing wakil direktur pusat pertukaran internasional. Selamat datang para peserta. China dan Indonesia kerjasama dinasti Han 2 ribu tahun lalu. 74 tahun sudah hubungan diplomasi. 3 masalah di peduli kan Pertanian , pedesaan dan petani. 770 juta mengentaskan kemiskinan dari tahun 1978 10 tahun lebih cepat. Tinggal 98 juta kemiskinan. Sudah 97 negara kerjasama dan kirim 1000 ahli. Punya 22 contoh pengentasan Desa kemiskinan. Fungsi kerja sama pertanian, tehnologi. Benchmarking 1 tahun 2019. Karena pandemi sekarang ke 4. Fokus pertanian d pedesaan. Peningkatan SDM, pelayanan, pengelolaan desa dan isu global. Akan ada kunjungan ke desa, universitas dan pabrik. Ada juga di tembok besar China untuk budaya Tiongkok. Majunya Desa Perlu teknologi SDM dan dukungan kades.
  3. Foto bersama
  4. Wawancara dengan media lokal China, antara dan kompas
  5. Jamuan makan malam

Pada tanggal 20 September 2024, Setelah sarapan pagi kita melakukan Kunjungan pertama, pasar induk hasil pertanian. Pasar yg seperti mall supermarket di kita, Luas pasar 1,1 jt m2, dengan lahan jadi 2 jt m2. Penyuplai Ada 3.000 titik tanam di China , Ada juga lahan di luar China 2 jt m2. Di Malaysia dan  Vietnam. Salak, pisang dan rambutan ada dari Indonesia. Buah asli China yg jarang ada di negara lain pear dan Anggur lokal.  Barang masuk ke pasar induk ini melalui proses ijin,

Sertifikat dan seleksi yg ketat, kemudian di kirim ke pasar kecil dan supermarket. Harga di tentukan pasar sesuai kebutuhan pasar. Peran pemerintah tidak bisa campur tangan scr langsung. Harga kalo terlalu tinggi akan kasih subsidi.  Kalo harga rendah ada subsidi ke petani.

Kemudian kunjungan ke dua kita mengunjungi pasar durian yg megah dan bersih seperti mall. Ada produksi pasca panen seperti durian, yg di kemas dan diolah lagi. Masuk pasar durian yang berasal dari Malaysia, Thailand dan Vietnam . China sendiri gak ada. Penjualan juga secara on-line. Kemudian pindah lokasi pasar induk dari sisi lain. Saking luasnya harus naik bus.

Kunjungan ke tiga, Pindah pasar induk yg berisi ikan , daging kambing , sapi , ayam juga babi. Meski begitu pasar sanget bersih. Sehari seafood 2 rb ton, Dari Indonesia ikan layur 36 Yuan per kg,  Sehari menghabiskan Kambing 3000 ekor, Sapi 100 ekor, Babi 2000 ,Ayam 40.000. Pengolahan jeroan area ada khusus jadi bersih sekali dan tidak bau. Harga tiap pedagang tidak sama sesuai penjual. Tdk ada penyamaan harga, tapi selisih sedikit sedikit. Sewa lapak bayar per tahun,  per meter 6 yuan perhari  , rata rata luas lapak 20-30 m2, Pemasok dari dalam dan luar negeri. Jam 11.30 Team Melanjutkan perjalanan ke masjid Dong Zhi men.

Pada hari ketiga pelaksanaan Benchmarking Study, Sabtu tanggal 21 September 2024, belasan kepala desa dari berbagai wilayah Indonesia diajak mengunjungi Pasar Hongqiang, setelah sebelumnya menyambangi Tembok Besar China. Kunjungan ke pasar ini memberikan inspirasi baru bagi para kepala desa, terutama dalam hal tata kelola dan pengemasan barang dagangan.

Pasar Hongqiang dikenal menjual berbagai produk, mulai dari alat elektronik, pakaian, hingga perhiasan. Para kepala desa terkesan dengan tata kelola pasar yang rapi dan pengemasan barang dagangan yang menarik. Hal ini dianggap sebagai salah satu aspek yang bisa diadopsi oleh para kepala desa untuk meningkatkan daya tarik pasar-pasar di desa mereka.

Mochammad Fuad, Kepala Desa Randupitu, Kabupaten Pasuruan, menyampaikan kekagumannya terhadap kegigihan para pedagang dalam menawarkan barang dagangan. Desa Randupitu sendiri telah memiliki pasar desa yang menjual berbagai kuliner dan kerajinan tangan, termasuk kain batik.

"Para penjual di sini sangat gigih menawarkan produknya. Ini dapat menarik simpati pembeli dan mendorong mereka untuk membeli barang. Kami akan mencoba menerapkan strategi ini di pasar desa kami," ujarnya.

Sementara itu, Ujang Ma'mun, Kepala Desa Palasarigirang, Sukabumi, Jawa Barat, menilai bahwa tidak semua praktik yang diterapkan di Pasar Hongqiang dapat diadopsi sepenuhnya. Ia mengkritik metode pedagang yang sering mematok harga terlalu tinggi, sehingga menciptakan ketidakadilan bagi konsumen.

"Para pedagang di sini kadang memulai dengan harga yang sangat tinggi, dan itu bisa menimbulkan ketidakpuasan di kalangan pembeli. Kejujuran dan keadilan adalah nilai-nilai penting yang seharusnya diterapkan dalam transaksi jual beli," tegas Ujang.

Menurut Ujang, praktik serupa juga banyak ditemui di tempat-tempat wisata di Indonesia, dan ia berharap hal ini dapat menjadi bahan evaluasi.  "Sering kali kita merasa kecewa ketika uang yang kita anggap cukup untuk membeli 10 barang, ternyata hanya bisa membeli 5. Ini harus menjadi perhatian, meskipun di luar itu, pengalaman di pasar ini sangat berkesan," tambahnya.

Kunjungan ke Pasar Hongqiang berlangsung selama dua jam, di mana para kepala desa tidak hanya menikmati suasana pasar tetapi juga membeli berbagai suvenir. Mereka didampingi oleh Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kemendes PDTT, Danton Ginting Munthe, Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan, Andi Nita Arie, serta Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Rosyid, beserta staf lainnya

Pada Tanggal 22 September 2024 Sesi kunjungan kedua university agriculture ,  Kunjungan desa Xii fan GE zhuang. Dengan luas 89km2 University agriculture baru berdiri 2009, Skrg ada 2000 taman teknologi sejak 2019, ada juga di luar negeri. Salah satu Produk jagung 4x lebih banyak, Promosi lewat festival dll. Ada industri di Desa. Skrg ada pertanian, pariwisata dan industri. Untuk bibit petani mencoba dari hasil universitas, jika hasil bagus baru beli bibit. 

Para mahasiswa S2 mendampingi petani untuk riset tanaman, Staf kantor desa min SMA, Kepala desa 5 thn di pilih petani dan bisa berkali-kali sampai max umur 65 thn. Anggaran dari pusat 500-600 rb yuan, untuk pendukung saja. Jika butuh 5 porsi cuma di kasih 1 porsi, lainnya di tanggung masyarakat. Pemerintah kecamatan cuma ngasih sedikit.  Per 600mtr2 dapat 300 yuan bantuan untuk penanaman jagung. Di desa ada lahan umum untuk uji coba Tanah hak China sewa ke Negara per keluarga 30 thn. Gaji dan kebutuhan dana kekurangan nya duit dari mana? Saham untuk perusahaan di desa sampai 1 jt yuan bagi hasil per perusahaan , 70% di bagi ke warga 30% ke desa untuk pembangunan. Semakin banyak perusahaan makin makmur desa.

Pada Tanggal 23 September 2024 Dua belas kepala desa peserta benchmarking didampingi Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengunjungi Tianfu Agricultural Expo Park dan Desa Zhanqi di Chengdu, China.

Tianfu Agricultural Expo Park merupakan lahan seluas 113 kilometer persegi yang diperuntukkan untuk memamerkan inovasi teknologi pertanian di China. Awalnya, para kepala desa diajak berkeliling ruang eksibisi yang menunjukkan perjalanan sejarah pertanian di China, mulai dari zaman batu hingga era modern di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping. Para kepala desa mempelajari bahwa provinsi Sichuan merupakan daerah yang subur karena dilintasi tujuh sungai, punya curah hujan tinggi, serta beragam jenis tanah dengan berbagai ketinggian yang cocok untuk pertanian.

Setelah itu, 12 kepala desa tersebut juga melihat pemanfaatan teknologi untuk perikanan. Misalnya, terdapat mesin yang secara otomatis untuk mendistribusikan pakan ikan untuk 16 kolam sekaligus. Anuar Sadat, kepala desa Dabulan, Nunulan, Kalimantan Utara, mengaku terinspirasi untuk menerapkan teknologi itu karena desanya juga mempunyai budidaya ikan. Ia menyebutkan, selama ini pihak desa sudah membantu masyarakat untuk membeli bibit dan pakan ikan, kini ia ingin agar masyarakat dapat dibantu dengan teknologi canggih. "Insya Allah mungkin dua tahun ini bisa berkembang dan akan kita terapkan di desa kita melalui ilmu-ilmu yang sudah kita dapatkan di Tiongkok ini," kata Anuar. Anuar pun yakin bahwa teknologi canggih seperti itu dapat diterapkan di Indonesia, asalkan desa diberikan anggaran yang cukup untuk mengimplementasikannya. "Enggak ada yang enggak mungkin, cuman kadang di desa ini tergantung dengan anggaran. Kalau anggaran mendukung, insya Allah pasti kami akan mengikuti apa yang dilihat di lapangan," ujar dia.

Kunjungi Desa Wisata, Para kepala desa juga sempat berkunjung ke Desa Zhanqi di Distrik Pidu, Chengdu, yang kini berkembang menjadi salah desa destinasi wisata di wilayah Chengdu.

Sekretaris Desa Zhanqi, Li Guangju menjelaskan, desa seluas 5 kilometer persegi itu awalnya merupakan penghasil pertanian seperti padi, gandum, dan sayur. Namun, desa kemudian mengolah produk-produk tani itu menjadi barang jadi yang bisa dijual, misalnya saus hasil fermentasi cabai maupun sepatu berbahan kain. Para kepala desa pun sempat diajak berkeliling desa untuk melihat proses fermentasi cabai, produksi sepatu, dan mencicipi beberapa olahan makanan buatan penduduk masyarakat Desa Zhanqi. Berkat bergeraknya roda perekonomian melalui pertanian, perdagangan, dan wisata, masyarakat desa pun menjadi sejahtera.

Buktinya, rumah-rumah penduduk Desa Zhanqi terbilang cukup besar, paling kecil seluas 170 meter persegi sedangkan yang terbesar seluas 260 meter persegi. Kepala Desa Kateng, Lombok Tengah, Lalu Syarifudin mengaku takjub dengan Desa Zhanqi yang menurutnya punya infrastruktur yang jauh lebih baik dibandingkan kabupaten-kabupaten di Indonesia. "Kita punya jalan kabupaten saja tidak seindah dengan di salah satu desa di Chengdu ini. Belum lagi kebersihannya, ketaatan kepada pemimpinnya, luar biasa sekali," ujar Lalu

Menurut Lalu, bukan hal yang mustahil untuk menyulap desa-desa di Indonesia menjadi desa yang maju seperti Desa Zhanqi. Ia berpandangan, Indonesia dan China mempunyai sistem pemerintahan dan kebijakan soal pembangunan desa yang serupa, tetapi persoalannya ada pada aspek sumber daya manusia. Bahkan, kucuran dana desa dari pemerintah pusat bagi desa-desa di Indonesia jauh lebih besar ketimbang yang berlaku di China.

Oleh sebab itu, Lalu ingin mengubah agar warga di desanya tidak ketergantungan dengan dana desa yang diberikan pemerintah pusat. "Kita dimanjakan pemerintah sehingga ketergantungan, masyarakat malas," kata Lalu. Para kepala desa didampingi oleh Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Danton Ginting Munthe,

Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Nugroho Setijo Nagoro, Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Masyarakat Desa Rosyid. Kemudian, Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan Andi Nita Arie, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Erlin Chaerlinatun, Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Hasrul Edyar, beserta staf pendamping lainnya.

Pada Tanggal 24 September 2024 Dua belas orang kepala desa (Kades) peserta Benchmarking didampingi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mempelajari sistem irigasi kuno Dujiangyan, Chengdu, China.

Sistem irigasi Dujiangyan merupakan salah satu yang tertua di China, yakni telah beroperasi selama 2.280 tahun hingga saat ini. Secara sederhana, sistem irigasi Dujiangyan membagi aliran sungai besar ke aliran-aliran sungai buatan untuk mengaliri kebutuhan desa yang jauh dari tepi sungai. Ketinggian sungai buatan itu pun dibuat variasi sehingga tidak semuanya tidak dialiri oleh air, tergantung kebutuhan masyarakat.

Selain mengalirkan air untuk kebutuhan pertanian, sungai buatan itu juga dapat difungsikan untuk mengendalikan banjir pada musim hujan maupun menampung air ketika musim kering atau musim dingin. Kades Krasak, Megelang, Jawa Tengah, Ari Setiawan mengaku kagum dengan sistem irigasi yang sudah berusia ribuan tahun itu. Ari menilai, sistem irigasi itu menandakan karakteristik bangsa China yang melestarikan warisan dari para leluhur mereka. “Kami sangat mengagumi berkaitan dengan teknologi sebelum masehi, teknologi di China ini sudah sangat maju,” kata Ari.

Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT Nugroho Setujo Nagoro juga punya pandangan serupa tentang sistem irigasi kuno Dujiangyan. Nugroho berharap, para Kades bisa menjadikan sejarah sistem irigasi tersebut sebagai suatu hal yang harus dipelajari. “Ini tentu yang menjadi pikiran kami bagaimana mengelolanya sehingga sekian lama itu bisa terjaga, terawat, kemudian terbagi untuk berbagai kebutuhan,” kata dia.

Rombongan Kades didampingi Kemendes PDTT juga mengunjungi Pangkalan Penelitian Pengembangbiakan Panda Raksasa Chengdu yang menjadu tempat tinggal bagi 240 ekor panda. Selama kurang lebih 2 jam, para kepala desa diajak berkeliling untuk melihat panda sekaligus mempelajari kehidupan hewan tersebut.

Pada Tanggal 25 September 2024 Kunjungan 1 Kita mengunjungi pabrik pengemasan hasil pertanian dan perkebunan, khususnya buah 2an. Ada 10.000 jenis buah yg di kemas . Dengan kapasitas mesin pendingin 75 ton per mesin pendingin. Itu tadi ada sekitar kalo gak salah ada 8 mesin pendingin. Juga hasil industri dari masyarakat berupa tempat buah. Petani sekitar juga bisa kerja part time di pabrik pengemasan tsb. Dengan dukungan teknologi yg sangat baik , pabrik pengemasan ini sangat membantu perekonomian masyarakat. Sayangnya desa tidak berperan banyak di sini. Peran Desa untuk menyediakan tenaga kerja.

Kunjungan ke 2 Desa sapi besi dulu ada pengrajin besi, penghasil jeruk besar. Lahan jeruk 600 ha menghasilkan 25rb ton. Penghasilan 50 jt per tahun. Hasil jual buah segar. Selain Jeruk ada kiwi. Ada juga Yg produk Jeruk,  kiwi dan ikan. Setiap keluarga punya itu. Pemerintah tdk ada insentif, tapi semangat warga yang bikin aktif. Untuk sekarang semua tidak ada pupuk kimia. Jadi aman dan bisa di jual dengan harga yang cukup tinggi. Perkembangan Jeruk ini dengan stek/cangkok dari induk btg yg berisi 20 thn. Ada 3 jenis jeruk unggulan yg di tanam. Jeruk Di produksi jadi juice, minuman botol, alkohol, Manisan , coklat jeruk dll. Jeruk Di produksi sampai habis.  Penjualan Ada promosi di segala platform. Untuk pembangunan desa musyawarah desa tidak perlu verifikasi kecamatan Menghindari hama jeruk di bungkus Kalo musim salju seluruh kebun di tutup selimut Disediakan rumah apartemen untuk warga, 3 lantai untuk 2 keluarga. Sebagian sedikit punya rumah pribadi, Ada taman bunga teratai yg di gunakan menarik kegiatan.

Kunjungan ke 3 Di sambut langsung oleh kepala desa nya. Desa mingyue sudah ada 500 thn yg lalu dan terkenal dengan produk keramik sejak 600 thn lalu. Dengan luas 11,38 km2 . Ada 1000 KK warga 4rb. Tempat pusat keramik, tempat wisata juga. Tahun 2009 masih desa miskin.  15 thn Skrg sudah kaya. 2009 per tahun b4772 Yuan. Naik 2024 33286 yuan. Masyarakat luar desa latihan di sini. Ada 80 proyek kerjasama. Hasil Teh, bambu. Kegiatan petik teh, dingin petik jeruk. Cetak koran, buku dan 2x festival setahun. Mendatangkan masyarakat baru, para ahli dari berbagai propinsi untuk membantu mengembangkan potensi desa. Desa ini sangat bersih, baik jalan raya, jalan utama dan sungai nya sangat bersih. Untuk menjaga kebersihan mulai  di ajarkan  ke anak 2. Dan jika ada yg melanggar ada sanksi sosial nama di pajang di papan pengumuman. Sehingga yg bersangkutan malu. Yg hebat nya,. Ada produksi batik di tengah perkebunan yg di buat oleh mahasiswa yg pulang ke desa. Ada produk keramik hand Made di tengah perkebunan. Desa ini juga ada home stay yg di lengkapi toko buku, baju juga cafe restoran di tengah perkebunan. Jalan perkebunan di buat dari kayu di jejer secara apik, dan ini mendatangkan wisatawan ke Desa ini. Desa yg 15 tahun miskin sekarang jadi sejahtera bahkan menurut kepala desa , Desa ini sampai kekurangan tenaga kerja.

Pada Tanggal 25 September 2024  Kunjungan 1 Desa wisata  jincheng, gabungan dari 7 desa. Gabungan 7 tradisi Desa, 2002 desa kecil 800 penduduk. 2020 gabung 3 Desa jadi 4200 , dgn luas 22 km2. Yg 4 Desa gabung kemudian karena kebijakan dan kerjasama. Thn 1958 batu bata 7000 pekerja. Sampai 2008 ada gempa bumi. Yg ninggal 62 org. Modal awal meminjam . 110 jt pinjam pribadi. 130 jt jual tanah desa. Sekarang jadi desa wisata dan ada tabungan 380jt yuan selama 7 thn. Produk desa keramik, teh, makanan kecil, roti, biak.  Yang menggabungkan pemerintah pusat. Aparat desa 9 orang saja. Pendamping kita sekretaris desa Yue di fei . Sejak 2020 di Sichuan gak ada kades.  Dapur Restoran di gunakan gratis asal Belanja apapun habis uang 300yuan dan metik sayur sendiri dan bumbu gratis. Bagi hasil homestay 30-70 dan laris. Ada penyedia mesin air minum gratis. Mesin pembuat data kependudukan, dan pusat data informasi Desa. Penggunaan bekas bangunan sekolah dan pom bensin untuk homestay. Penghasilan bersih 21 jt per tahun. Ada sumber air panas untuk sauna.

Kunjungan ke 2 Museum sayur pemerintah di Bangun mulai tahun 2020. Hasil sayuran 2,350jt  ton per tahun 1 kabupaten ini. Pameran setiap  November. Ada biji Bibit sebanyak 160 jenis. Video perkembangan sayuran. Sayuran ada 4 sifat musim panas , dingin , semi dan gugur. Sayur di klasifikan ke 5 unsur air, api, tanah, kayu  dan emas. Kita juga di suguhkan dengan banyak film dokumenter edukasi tentang sayuran juga perjalanan panjang pembibitan sayuran sehingga menghasilkan bibit yang unggul. Kemudian kita jalan ke factory area pembibitan rumah kaca. Dengan pengetahuan ilmu teknologi  maka tidak butuh tenaga yg banyak untuk pengelolaan nya. Yg mana hasil riset ilmu pengetahuan tsb bisa meningkatkan hasil pertanian yang signifikan. Dan bisa meningkatkan perekonomian para petani. Sungguh pembelajaran yang sangat bermanfaat.

Pada Tanggal 25 September 2024  Hari ini kita acara agenda perpisahan dan acara wisuda di universitas pertanian Sichuan. Acara dimulai pukul 8.30 dengan agenda sebagai berikut :

  1. Penyampaian pidato oleh Nugroho Setijo Nagoro, direktur jendral kementerian Desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi. Beliau menyampaikan terima kasih atas undangan pemerintah China lewat kementerian pertanian China. Yg mana kita bisa belajar banyak di lapangan. Dan berharap ada kesinambungan di masa depan. Dan Nugroho juga ijin pamit beserta delegasi untuk pulang ke tanah air.
  2. Penyampaian pidato oleh Wu De, rektor pertanian Sichuan. Wu De Juga berterima kasih pada utusan dari Indonesia yg bersedia hadir dalam rangka untuk belajar meningkatkan IPTEK khusus nya dalam ilmu pertanian. Wu De mengatakan banyak kerja sama dengan negara lain untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil  pertanian dan industri pendukung pertanian.
  3. Penyampaian selanjutnya pidato oleh Geng Jianzhong, sekretaris pertama kantor ekonomi dan komersial kedutaan besar Tiongkok di Indonesia. Geng mengatakan senang sekali dengan delegasi dari Indonesia. Dan merasa bersyukur bisa menemani selama 10 hari ini. Geng juga berharap kegiatan kerjasama ini berlanjut ke depan nya nanti. Hal ini sangat baik untuk kerjasama kedua negara yaitu China dan Indonesia.
  4. Pidato ke 4 oleh Zhao Ying, penerjemah tingkat pertama departemen pelatihan asing dari pusat pertukaran internasional. Zhao mengucapkan terimakasih kepada semua nya sehingga kegiatan pertukaran antara China dan Indonesia kali ini sangat berkesan. Dan semoga memberikan kontribusi bagi kedua negara. Dan juga pertukaran ini bisa ada keberlanjutan.
  5. Pidato terakhir oleh wakil kepala desa yaitu Anuar sadat. Anuar mengucapkan terima kasih dan menyimpulkan ada 6 hal yg bisa di pelajari yaitu : 1. peran pemerintah yg sangat baik , 2. Pertanian dengan teknologi modern dan maju, 3. Tata kelola desa dan kota yang sangat baik, 4. Masyarakat yang tertib aturan, 5. Lingkungan yang bersih dan rapi, 6. Warisan leluhur yang sangat terjaga. Anuar juga mohon maaf jika ada kesalahan atau perbuatan team. Dan juga mendoakan agar pihak penyelenggara di berikan kesehatan kebahagiaan dan kelancaran dalam bertugas.        
  1. Kemudian acara pemberian hadiah oleh kedua Wakil negara
  2. Acara di lanjutkan penyerahan sertifikat kelulusan oleh Wu De kepada delegasi Indonesia.
  3. Acara terakhir foto bersama.              

Kemudian kami mengunjungi museum universitas pertanian Sichuan yang sangat megah. Di mana kami di suguhkan dengan sesuatu yang luar biasa mulai asal muasal pembangunan universitas, sejarah guru guru besar, para ahli hingga para murid yang berprestasi hingga capaian hasil riset pertanian.

Setelah dari museum universitas kami melanjutkan perjalanan ke Masjid di Sichuan. Kami di terima dengan sangat baik oleh pengurus masjid dan sekretaris provinsi . Kami di jelaskan sejarah masjid yang berdiri sejak 400 tahun yang lalu. Dan kami juga ikut sholat berjamaah di masjid ini .

Pada tanggal 28 sept 2024 Jam 09.30 Peserta Benchmarking Kepala Desa Study ke Tiongkok Batch 4 bersama tim dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia melaksanakan kembali  Jakarta, Indonesia  dari Chengdu, Beijing, China.

G.RENCANA TINDAK LANJUT

Dari hasil kegiatan benchmarking tersebut beberapa hal yang menjadi evaluasi dan menjadi rencana tindak lanjut kami adalah sebagai berikut :

  1. Menerapkan ilmu yang kami dapat dari kegiatan Benchmarking Batch 4 ke Tiongkok ini terhadap program yang ada di Desa.
  2. Melakukan upaya dalam rangka mengentaskan kemisikinan ekstrim salah satunya melalui pemberdayaan petani yang di imbangi olah teknologi serta peran pemerintah melalui penyuluh-penyuluh yang ahli di bidangnya.
  3. Melakukan pemberdayaan dan pendampingan oleh pemerintah Desa kepada para petani sehingga para petani keluar dari status kemiskinan ekstrim.
  4. Memberikan pemahaman tentang tata kelola dan pengemasan barang dagangan sehingga meningkatkan daya tarik pasar-pasar di desa.

Beri Komentar

Komentar Facebook

layananmandiri

Hubungi Aparatur Desa
Untuk mendapatkan PIN

Statistik Penduduk

Desa Dabulon

85 LAKI-LAKI

70 PEREMPUAN

Total

155

Orang/Jiwa

Pendidikan

Wilayah

Agama

Usia/Umur

Pemilih

Perkawinan

Pekerjaan

VIDIO
Menu Kategori
Arsip Artikel
Agenda
Sinergi Program
Komentar
Media Sosial
Statistik Pengunjung

MEDIA SOSIAL
Desa Dabulon, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan - Kalimantan Utara

Hari ini:213
Kemarin:380
Total:62.035
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:52.14.187.136
Browser:Mozilla 5.0
Peta Lokasi Kantor
Peta Wilayah Desa

Transparansi APBD Desa

APBDes 2024 Pelaksanaan

PENDAPATAN

Anggaran:Rp 1.272.377.288,00
Realisasi:Rp 1.255.297.230,78
0%

BELANJA

Anggaran:Rp 1.281.183.288,00
Realisasi:Rp 1.231.885.000,00
0%

PEMBIAYAAN

Anggaran:Rp -8.806.000,00
Realisasi:Rp 0,00
0%

APBDes 2024 Pendapatan

Dana Desa

Anggaran:Rp 794.397.000,00
Realisasi:Rp 794.397.000,00
0%

Alokasi Dana Desa

Anggaran:Rp 477.680.288,00
Realisasi:Rp 460.752.710,00
0%

Bunga Bank

Anggaran:Rp 300.000,00
Realisasi:Rp 147.520,78
0%

APBDes 2024 Pembelanjaan

BIDANG PENYELENGGARAN PEMERINTAHAN DESA

Anggaran:Rp 501.821.298,00
Realisasi:Rp 462.505.000,00
0%

BIDANG PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA

Anggaran:Rp 325.550.000,00
Realisasi:Rp 324.430.000,00
0%

BIDANG PEMBINAAN KEMASYARAKATAN DESA

Anggaran:Rp 78.464.000,00
Realisasi:Rp 75.800.000,00
0%

BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA

Anggaran:Rp 303.347.990,00
Realisasi:Rp 297.150.000,00
0%

BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA, DARURAT DAN MENDESAK DESA

Anggaran:Rp 72.000.000,00
Realisasi:Rp 72.000.000,00
0%