Berita / Artikel
Mengenal Lebih Dekat G-20, Menuju Ekonomi Global

Lampiran File
Mengenal Lebih Dekat G-20, Menuju Ekonomi Global
Dabulon, 21 November 2024 – Dalam dunia internasional, G-20 atau Group of Twenty menjadi salah satu forum paling berpengaruh yang berperan besar dalam mengatasi tantangan ekonomi global. Forum ini, yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa, menjadi wadah diskusi dan kolaborasi untuk menciptakan stabilitas ekonomi, memperkuat perdagangan internasional, dan menangani berbagai isu global lainnya, seperti perubahan iklim dan teknologi digital.
G-20 dibentuk pada tahun 1999 sebagai respons terhadap krisis keuangan Asia pada akhir 1990-an. Krisis tersebut menyoroti pentingnya kolaborasi yang melibatkan negara-negara berkembang. Awalnya, pertemuan G-20 hanya dihadiri oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. Namun, pada 2008, forum ini berkembang menjadi pertemuan tingkat kepala negara dan pemerintahan sebagai respons terhadap krisis keuangan global yang mengguncang dunia.
“Transformasi ini menunjukkan betapa pentingnya peran G-20 dalam menyatukan kekuatan ekonomi besar dunia untuk mengatasi masalah yang kompleks,” ujar salah satu pengamat ekonomi internasional.
G-20 terdiri dari negara-negara dengan ekonomi terbesar di dunia, termasuk Amerika Serikat, China, Indonesia, dan Uni Eropa. Negara-negara ini mewakili 85 persen PDB global, 75 persen perdagangan internasional, dan dua per tiga populasi dunia. Adapun keanggotaan G-20 adalah sebagai berikut; Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, China, India, Indonesia, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Prancis, Rusia, Turki, Inggris dan Uni Eropa
Tujuan G-20
G-20 dibentuk dengan tujuan utama menciptakan stabilitas ekonomi global melalui kerja sama multilateral antara negara-negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Secara lebih spesifik, tujuan G-20 meliputi:
- Meningkatkan Stabilitas Ekonomi dan Keuangan Global; G-20 bertujuan memastikan bahwa sistem keuangan internasional tetap stabil untuk mencegah krisis ekonomi.
- Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan; Forum ini berfokus pada kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan pembangunan berkelanjutan.
- Mengatasi Tantangan Global; G-20 berupaya mencari solusi bersama untuk isu-isu lintas negara, seperti perubahan iklim, ketimpangan sosial, dan ketahanan pangan.
- Memfasilitasi Kerja Sama Ekonomi Internasional; G-20 menjadi wadah dialog antara negara maju dan berkembang untuk menciptakan sinergi dalam perdagangan, investasi, dan inovasi.
Fungsi G-20
- Sebagai Forum Kebijakan Ekonomi Internasional; G-20 menjadi platform bagi para pemimpin dunia untuk berdiskusi dan merumuskan kebijakan ekonomi global, termasuk reformasi lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia.
- Mengelola Risiko Global; G-20 memonitor risiko-risiko ekonomi global, seperti volatilitas pasar keuangan, inflasi, dan ketidakseimbangan perdagangan.
- Mendorong Inovasi dan Digitalisasi; Forum ini berfungsi untuk membahas teknologi baru yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, termasuk transformasi digital dan keamanan siber.
- Menjembatani Kepentingan Negara Maju dan Berkembang; Sebagai forum inklusif, G-20 berupaya mempertemukan kebutuhan negara maju dan berkembang untuk mencapai kesepakatan bersama.
Manfaat G-20
- Peningkatan Stabilitas Ekonomi Global; Diskusi di G-20 membantu mencegah dan mengelola krisis ekonomi global, seperti yang terjadi pada 2008, melalui langkah kolektif yang terkoordinasi.
- Kerja Sama dalam Transisi Energi; Negara anggota G-20 bekerja sama untuk mempercepat penggunaan energi terbarukan dan mendukung aksi melawan perubahan iklim.
- Peningkatan Perdagangan dan Investasi Global; G-20 mempromosikan kebijakan perdagangan yang terbuka dan transparan, mendorong investasi lintas negara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi global.
- Dukungan bagi Negara Berkembang; Melalui berbagai inisiatif, G-20 membantu negara berkembang mengakses pembiayaan, teknologi, dan keahlian yang dibutuhkan untuk pembangunan.
- Penguatan Sistem Kesehatan Global; Pasca pandemi COVID-19, G-20 memprioritaskan reformasi sistem kesehatan untuk meningkatkan respons global terhadap krisis kesehatan di masa depan.
- Kolaborasi untuk Inklusi Sosial dan Ekonomi; Forum ini mendorong kebijakan yang mengurangi kesenjangan sosial, memastikan akses terhadap pendidikan, teknologi, dan peluang kerja yang merata.
Dengan fungsi dan manfaat tersebut, G-20 menjadi pilar penting dalam menciptakan stabilitas ekonomi, sosial, dan lingkungan secara global.
G-20 tidak hanya fokus pada isu ekonomi, tetapi juga menangani masalah global lainnya, seperti perubahan iklim, teknologi digital, dan pengentasan kemiskinan. Kepala Dinas Ekonomi Internasional Kementerian Luar Negeri menjelaskan, “G-20 menjadi ruang strategis untuk mempertemukan kepentingan negara maju dan berkembang dalam mencari solusi bersama.”
Beberapa isu utama yang sering menjadi fokus G-20 meliputi:
- Stabilitas Ekonomi dan Keuangan; Melalui kerja sama dengan lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia, G-20 memastikan stabilitas sistem keuangan global.
- Perubahan Iklim; Forum ini mendorong transisi energi dan mendukung komitmen dalam Perjanjian Paris untuk mengurangi emisi karbon.
- Digitalisasi Ekonomi; Dengan revolusi teknologi yang terus berkembang, G-20 fokus pada pembangunan infrastruktur digital dan keamanan siber.
- Pengentasan Kemiskinan; G-20 juga berperan dalam mempersempit kesenjangan ekonomi antara negara maju dan berkembang.
Salah satu keberhasilan terbesar G-20 adalah respons kolektif terhadap krisis keuangan global 2008. Melalui stimulus fiskal dan reformasi lembaga keuangan internasional, G-20 berhasil mencegah depresi ekonomi yang lebih parah.
Namun, forum ini tidak lepas dari kritik. Beberapa pihak menilai bahwa G-20 kurang inklusif karena tidak melibatkan negara-negara kecil. Selain itu, keputusan yang diambil cenderung bersifat tidak mengikat, sehingga implementasinya bergantung pada komitmen masing-masing negara anggota.
Indonesia menjadi salah satu anggota yang berperan penting, terutama sebagai suara negara berkembang. Pada 2022, Indonesia menjadi tuan rumah KTT G-20 di Bali dengan tema “Recover Together, Recover Stronger”. Acara tersebut membahas pemulihan pasca pandemi, transisi energi hijau, dan reformasi arsitektur kesehatan global.
“Sebagai salah satu negara berkembang terbesar, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa G-20 tidak hanya menguntungkan negara maju, tetapi juga negara-negara kecil yang membutuhkan perhatian lebih,” ujar seorang pejabat Kementerian Keuangan.
Sebagai forum multilateral terbesar, G-20 menjadi kunci dalam membentuk arah kebijakan ekonomi global. Meski menghadapi tantangan, forum ini tetap menjadi salah satu harapan utama dalam menciptakan kerja sama global yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan dukungan penuh dari para anggotanya, G-20 diharapkan dapat terus memberikan dampak positif bagi dunia.
Edy s
02 Oktober 2024 23:28:21
Selamat & sukses Pak Anuar Sadat dlm menjalankan tugas tuk desanya...