OpenSID merupakan aplikasi bersifat Open Source. Dikembangkan oleh OpenDesa demi mendukung keterbukaan informasi dan digitalisasi Desa diseluruh Indonesia
Tema Pusako merupakan Tema atau Theme Premium resmi Aplikasi OpenSID. Layout dan design perpaduan modern dan minimalis. Responsive terhadap semua jenis layar. Memiliki 12 pilihan warna primer. Dilengkapi fitur-fitur bawaan dari OpenSID serta fitur tambahan sebagai pendukung
Meta Deskripsi: Giat Saba Desa APDESI Merah Putih digelar di Lamongan pada Senin, 22 Desember 2025, sebagai gerakan strategis penguatan peran desa dalam mengawal dan menyukseskan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Didukung Pemerintah Desa Dabulon melalui Kepala Desa Anuar Sadat.
Kegiatan Saba Desa yang digelar hari ini, Senin, 22 Desember 2025, di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menjadi penanda penting penguatan peran desa dalam pembangunan nasional. Diinisiasi oleh DPP APDESI Merah Putih di bawah kepemimpinan Ketua Umum A. Anwar Sadat, SH, kegiatan ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan gerakan strategis untuk memastikan desa berada di garda terdepan pembangunan bangsa.
Saba Desa menegaskan bahwa desa tidak lagi ditempatkan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek utama dan mitra strategis negara. Melalui forum ini, desa diposisikan sebagai ujung tombak pelaksanaan kebijakan nasional, termasuk dalam mengawal dan menyukseskan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada kedaulatan pangan, penguatan ekonomi kerakyatan, pembangunan dari desa, serta pemerataan kesejahteraan.
Di bawah kepemimpinan A. Anwar Sadat, APDESI Merah Putih membawa semangat persatuan lintas elemen desa—kepala desa, BPD, perangkat desa, hingga pemangku kepentingan di tingkat daerah dan pusat. Semangat tersebut dirangkum dalam filosofi Yakusa (Yakin Usaha Sampai), sebuah nilai perjuangan yang menanamkan keyakinan, konsistensi, dan keteguhan dalam membangun desa secara berkelanjutan dan berkeadilan.
Melalui Saba Desa, APDESI Merah Putih berupaya memastikan bahwa arah kebijakan nasional, khususnya Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dapat dipahami secara utuh oleh pemerintah desa dan diterjemahkan ke dalam program konkret di tingkat desa. Desa dipandang sebagai ruang strategis untuk mewujudkan kemandirian pangan, penguatan UMKM desa, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia—selaras dengan visi besar pembangunan nasional.
Saba Desa juga menjadi ruang dialog kebangsaan yang mempertemukan pejabat tinggi negara, para menteri, dan pimpinan lembaga dengan kepala desa, BPD, serta perangkat desa. Forum ini membuka jalur komunikasi langsung yang lebih efektif dan solutif, sehingga aspirasi desa dapat tersampaikan tanpa sekat birokrasi, sekaligus menjadi bahan evaluasi kebijakan pusat agar lebih responsif terhadap kebutuhan riil di lapangan.
Pemilihan Lamongan sebagai lokasi pelaksanaan memiliki makna simbolik yang kuat. Dari wilayah ini, sebuah semangat kolektif dinyalakan, ibarat lilin harapan yang menyebarkan cahaya ke seluruh penjuru negeri. Lilin itu melambangkan gotong royong, keberanian desa untuk berdaulat, serta keyakinan bahwa keberhasilan Asta Cita hanya dapat terwujud apabila desa dilibatkan secara aktif dan bermakna.
Gerakan Saba Desa yang berawal dari Maros, Sulawesi Selatan, dan kini berlanjut ke Jawa Timur, menunjukkan konsistensi langkah APDESI Merah Putih dalam membangun jejaring desa secara nasional. Perjalanan lintas wilayah ini mencerminkan gerakan yang terencana, progresif, dan berorientasi jangka panjang dalam memperkuat desa sebagai pilar utama pembangunan berkelanjutan.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Pemerintah Desa Dabulon. Kepala Desa Dabulon, Anuar Sadat, menyatakan dukungan penuh terhadap Saba Desa APDESI Merah Putih yang dinilai sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, desa harus menjadi aktor utama dalam menyukseskan program nasional melalui tata kelola yang baik, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Sebagai bagian dari masyarakat desa dan lembaga representasi desa, Saba Desa dipandang sebagai momentum strategis untuk menyatukan visi, memperkuat sinergi, serta menumbuhkan keberanian kolektif desa dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Desa yang kuat akan melahirkan daerah yang tangguh, dan daerah yang tangguh akan menjadi fondasi Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera.
Gerakan ini patut didukung bersama. Karena ketika seluruh stakeholder bersatu, desa bangkit, ketika desa bangkit, Asta Cita dapat diwujudkan, dan ketika Asta Cita terwujud, Indonesia akan melangkah lebih kokoh menuju masa depan.
Slamet Riyadi
29 Juli 2025 03:27:50
Semoga kita bisa kerjasama bu. ...