Desa Dabulon
Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan
Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56 Desa Dabulon Kenalkan Ecoprint Kepada Anak-Anak Melalui Program Lentera Ilmu
Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56 Desa Dabulon Kenalkan Ecoprint kepada Anak-anak Melalui Program Lentera Ilmu
Meta Deskripsi:
Mahasiswa KKN Kelompok 56 Universitas Borneo Tarakan (UBT) Desa Dabulon kembali melaksanakan Program Lentera Ilmu dengan tema Ecoprint. Melalui pemanfaatan warna alami dari tumbuhan, anak-anak diajak berkreasi menghias totebag sekaligus belajar mencintai lingkungan dan mengembangkan kreativitas.
DABULON – Semangat belajar dan kreativitas kembali terlihat dalam pelaksanaan Program Kerja Lentera Ilmu yang digagas oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 56 Universitas Borneo Tarakan (UBT) di Desa Dabulon, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, pada Senin (29/6/2026). Kegiatan kali ini mengangkat tema "Ecoprint", sebuah teknik menghias kain menggunakan pewarna alami dari berbagai jenis tumbuhan.
Program tersebut dikoordinasikan oleh Merlin Nadiah Widyanti sebagai bagian dari rangkaian kegiatan edukatif yang bertujuan memperkenalkan kreativitas ramah lingkungan kepada anak-anak Desa Dabulon sejak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, puluhan anak mengikuti pelatihan menghias totebag polos dengan memanfaatkan dedaunan dan tumbuhan yang memiliki kandungan pigmen alami. Berbeda dengan teknik melukis menggunakan cat berbahan kimia, metode ecoprint mengandalkan warna dan bentuk alami dari daun maupun bagian tumbuhan lainnya sehingga menghasilkan motif yang unik pada setiap karya.
Sebelum praktik dimulai, para mahasiswa memberikan penjelasan mengenai konsep ecoprint, manfaat penggunaan bahan alami, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana. Anak-anak kemudian diajak memilih daun, menyusun pola sesuai kreativitas masing-masing, hingga melakukan proses pencetakan pada totebag yang telah disiapkan.
Suasana kegiatan berlangsung meriah. Tawa dan semangat peserta mewarnai setiap tahapan praktik. Masing-masing anak bebas berimajinasi dalam menyusun motif sehingga tidak ada hasil karya yang sama. Di akhir kegiatan, setiap peserta membawa pulang totebag hasil karya mereka sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kreativitas yang telah ditunjukkan.
Koordinator kegiatan, Merlin Nadiah Widyanti, mengatakan bahwa ecoprint dipilih karena mampu menggabungkan unsur seni, pendidikan, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam satu aktivitas yang menyenangkan.
"Kami ingin mengenalkan kepada adik-adik bahwa alam menyediakan banyak warna yang indah tanpa harus bergantung pada bahan kimia. Melalui ecoprint, mereka belajar bahwa daun dan tumbuhan di sekitar memiliki manfaat yang luar biasa jika dimanfaatkan secara kreatif," ujarnya.
Lebih lanju Merlin Nadiah Widyanti menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga dirancang untuk mengembangkan kemampuan motorik halus serta melatih rasa percaya diri anak-anak melalui proses berkarya.
"Setiap anak memiliki kreativitas yang berbeda. Kami tidak membatasi mereka dalam menyusun pola karena kami ingin mereka bebas berekspresi. Hasil akhirnya menunjukkan bahwa setiap karya memiliki keunikan dan nilai seni tersendiri," tuturnya.
Merlin Nadiah Widyanti, menilai metode belajar melalui praktik langsung lebih mudah dipahami oleh anak-anak dibandingkan pembelajaran yang hanya bersifat teori.
"Anak-anak terlihat sangat antusias sejak awal kegiatan. Mereka tidak hanya belajar membuat karya seni, tetapi juga memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti memanfaatkan tumbuhan sebagai pewarna alami," katanya.
Ketua KKN Kelompok 56 Desa Dabulon, Syarifudin, memberikan apresiasi terhadap antusiasme peserta dan kerja sama seluruh anggota kelompok dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, Program Lentera Ilmu terus dikembangkan dengan menghadirkan materi yang inovatif agar anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang berkesan selama pelaksanaan KKN.
"Lentera Ilmu bukan sekadar kegiatan bimbingan belajar, tetapi menjadi ruang untuk menumbuhkan kreativitas, karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan. Ecoprint menjadi salah satu media pembelajaran yang menyenangkan karena anak-anak dapat belajar sambil berkarya. Kami berharap pengalaman ini dapat menginspirasi mereka untuk lebih mencintai alam serta berani mengembangkan kreativitasnya di masa depan," ungkap Syarifudin.
Ia menambahkan bahwa berbagai program yang dilaksanakan Mahasiswa KKN Kelompok 56 dirancang agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Dabulon, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus desa.
Melalui kegiatan ecoprint ini, Mahasiswa KKN Kelompok 56 berharap anak-anak tidak hanya memperoleh pengalaman baru dalam bidang seni, tetapi juga memiliki kesadaran bahwa kekayaan alam di sekitar dapat dimanfaatkan menjadi karya yang bernilai tanpa merusak lingkungan. Program tersebut menjadi bukti bahwa pembelajaran yang kreatif, edukatif, dan ramah lingkungan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan nilai-nilai pelestarian alam sejak dini.



Danzo
18 Juni 2026 09:53:32
...