Desa Dabulon
Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan
Air Mata dan Pelukan Mengiringi Perpisahan Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56 dengan Masyarakat Desa Dabulon
Air Mata dan Pelukan Mengiringi Perpisahan Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56 dengan Masyarakat Desa Dabulon
Meta Deskripsi: Mahasiswa KKN Universitas Borneo Tarakan Kelompok 56 menggelar acara perpisahan penuh haru bersama Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Dabulon. Suasana emosional mewarnai penayangan after movie, pemberian hadiah adat, serta penyampaian pesan perpisahan dan apresiasi atas pengabdian selama 40 hari.
Dabulon, 22 Juli 2026 – Suasana haru menyelimuti Balai Adat Desa Dabulon, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, pada Rabu (22/7/2026) ketika Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Borneo Tarakan (UBT) Kelompok 56 menggelar acara perpisahan bersama Pemerintah Desa dan masyarakat setelah menyelesaikan masa pengabdian selama kurang lebih 40 hari.
Acara yang berlangsung sederhana namun penuh makna tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Dabulon Anuar Sadat, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, kader, pemuda, serta warga Desa Dabulon yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdian para mahasiswa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, doa bersama, sambutan dari Pemerintah Desa dan perwakilan mahasiswa KKN, dilanjutkan dengan pemaparan seluruh program kerja yang telah berhasil dilaksanakan selama masa pengabdian. Setelah itu, seluruh peserta menikmati ramah tamah sambil menyaksikan tayangan After Movie KKN Kelompok 56, yang menampilkan perjalanan pengabdian sejak hari pertama kedatangan hingga berbagai kegiatan bersama masyarakat.
Tayangan tersebut seketika mengundang senyum sekaligus air mata. Potongan demi potongan video memperlihatkan kebersamaan mahasiswa dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, hingga gotong royong membangun desa.
Tangis haru tak mampu dibendung ketika momen-momen kebersamaan itu kembali diputar di layar. Banyak warga yang tampak meneteskan air mata, begitu pula para mahasiswa yang selama ini telah menganggap Desa Dabulon sebagai rumah kedua mereka.
"Kami Datang Sebagai Mahasiswa, Pulang Membawa Keluarga"
Dalam sambutannya, Ketua KKN UBT Kelompok 56, Syarifudin, mewakili seluruh mahasiswa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Dabulon.
"Empat puluh hari mungkin terasa singkat jika dihitung dengan kalender, tetapi cukup panjang untuk menghadirkan begitu banyak kenangan yang akan kami bawa sepanjang hidup. Kami datang ke Desa Dabulon sebagai mahasiswa yang ingin belajar mengabdi, namun hari ini kami pulang dengan membawa keluarga baru."
Ia mengatakan bahwa setiap senyuman masyarakat, setiap kebersamaan dalam gotong royong, hingga setiap canda yang tercipta selama menjalankan program kerja telah menjadi pelajaran hidup yang tidak akan pernah diperoleh di ruang kuliah.
"Terima kasih karena telah menerima kami dengan tangan terbuka, memberi ruang untuk belajar, mengajarkan arti kebersamaan, kesederhanaan, dan ketulusan. Jika selama kami berada di sini terdapat tutur kata maupun sikap yang kurang berkenan, dengan segala kerendahan hati kami memohon maaf. Kami berharap tali silaturahmi ini tidak akan pernah putus meskipun masa KKN telah usai."
Ucapan tersebut disambut tepuk tangan panjang dari seluruh tamu yang hadir, sementara beberapa mahasiswa tampak berusaha menyembunyikan air mata yang mulai mengalir.
Pemerintah Desa Dabulon Beri Apresiasi Tinggi
Sementara itu, Kepala Desa Dabulon, Anuar Sadat, atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Desa Dabulon menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa KKN Universitas Borneo Tarakan Kelompok 56.
Menurutnya, kehadiran para mahasiswa telah memberikan warna baru bagi kehidupan masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh bidang pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, literasi, hingga pemberdayaan masyarakat.
"Kami atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Desa Dabulon mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada adik-adik Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56. Selama berada di desa ini, kalian bukan hanya menjalankan program kerja, tetapi telah menjadi bagian dari keluarga besar Desa Dabulon. Semangat, dedikasi, dan kepedulian yang kalian tunjukkan menjadi kenangan yang akan selalu kami ingat."
Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menjalankan KKN dapat menjadi bekal bagi para mahasiswa dalam meniti masa depan.
"Pintu Desa Dabulon akan selalu terbuka untuk kalian. Jangan pernah melupakan desa ini. Jika suatu saat nanti kalian kembali, datanglah bukan sebagai tamu, tetapi sebagai keluarga yang pulang ke rumah."
Ucapan tersebut sontak membuat suasana semakin emosional. Beberapa warga terlihat memeluk mahasiswa yang selama ini telah akrab dengan kehidupan mereka.
Hadiah Penuh Makna dari Warga
Sebagai bentuk ungkapan kasih sayang dan penghargaan, masyarakat Desa Dabulon memberikan hadiah kepada setiap mahasiswa berupa sarung serta berbagai pernak-pernik khas adat daerah.
Penyerahan hadiah dilakukan satu per satu sambil diiringi pelukan hangat dan ucapan doa. Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling mengharukan dalam seluruh rangkaian acara.
Bagi para mahasiswa, hadiah tersebut bukan sekadar cendera mata, melainkan simbol penerimaan, persaudaraan, dan cinta dari masyarakat yang telah menjadi keluarga selama masa pengabdian.
Tak sedikit mahasiswa yang menangis saat menerima hadiah tersebut, sementara warga pun larut dalam suasana haru karena harus melepas keberangkatan mereka dalam waktu dekat.
Pengabdian yang Melahirkan Ikatan Kekeluargaan
Selama menjalankan KKN di Desa Dabulon, Mahasiswa UBT Kelompok 56 telah melaksanakan berbagai program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, literasi, lingkungan, pelestarian budaya, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Namun lebih dari sekadar menyelesaikan program kerja akademik, kehadiran mereka berhasil membangun hubungan emosional yang erat dengan masyarakat.
Perpisahan tersebut menjadi bukti bahwa KKN bukan hanya tentang memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian, berbagi ilmu, belajar dari masyarakat, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang akan terus dikenang.
Di penghujung acara, seluruh mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat berkumpul untuk berfoto bersama. Senyum yang menghiasi wajah mereka bercampur dengan mata yang berkaca-kaca, seolah enggan mengakhiri kebersamaan yang telah terjalin.
Langkah kaki para mahasiswa mungkin akan meninggalkan Desa Dabulon, tetapi jejak pengabdian, persahabatan, dan kasih sayang yang mereka tinggalkan akan tetap hidup di hati masyarakat.
Karena sesungguhnya, ada pertemuan yang memang ditakdirkan untuk berakhir, tetapi kenangan yang tercipta darinya akan selalu menemukan jalan untuk pulang.
Selamat jalan Mahasiswa KKN Universitas Borneo Tarakan Kelompok 56. Terima kasih atas dedikasi, semangat pengabdian, dan cinta yang telah kalian berikan untuk Desa Dabulon. Semoga setiap langkah menuju masa depan selalu diiringi keberkahan dan kesuksesan, dan semoga Desa Dabulon akan selalu menjadi rumah yang menyambut kepulangan kalian kapan pun.



Danzo
18 Juni 2026 09:53:32
...