Desa Dabulon
Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan
Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56 Sosialisasi CEGAT, Perkuat Upaya Pencegahan Stunting Sejak Dini di Desa Dabulon
Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56 Gelar Sosialisasi CEGAT, Perkuat Upaya Pencegahan Stunting Sejak Dini di Desa Dabulon
DABULON, 15 Juli 2026 – Komitmen membangun generasi yang sehat dan berkualitas terus diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan kalangan akademisi. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Borneo Tarakan (UBT) Kelompok 56 menggelar program kerja utama di bidang Kesehatan dan Sosial bertajuk "Sosialisasi CEGAT (Cegah Stunting Sejak Dini) Desa Dabulon", Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Desa Dabulon, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan ini dilaksanakan bertepatan dengan agenda Posyandu Mandiri yang diselenggarakan oleh Pustu Desa Dabulon. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ibu Camat Lumbis Selvi Iskandar, S.I.P, A.AMd.Keb, Kepala Desa Dabulon Anuar Sadat, tenaga kesehatan Pustu Desa Dabulon, para kader Posyandu, ibu hamil, ibu balita, serta masyarakat Desa Dabulon.
Momentum pelaksanaan Posyandu dimanfaatkan oleh mahasiswa KKN sebagai sarana edukasi kepada masyarakat, khususnya para ibu, mengenai pentingnya mencegah stunting sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, di mana para ibu mengikuti setiap materi yang disampaikan dengan penuh perhatian dan aktif berdiskusi.
Program CEGAT (Cegah Stunting Sejak Dini) merupakan salah satu program unggulan Mahasiswa KKN Kelompok 56 yang berfokus pada peningkatan literasi kesehatan masyarakat sebagai upaya mendukung percepatan penurunan angka stunting di Desa Dabulon.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai materi edukatif yang mudah dipahami masyarakat, di antaranya:
- Pengertian stunting dan perbedaannya dengan kondisi tubuh pendek akibat faktor keturunan.
- Penyebab utama stunting, mulai dari kekurangan gizi kronis, kurangnya asupan protein hewani, infeksi berulang, sanitasi yang kurang baik, hingga kurang optimalnya pola pengasuhan anak.
- Dampak stunting terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan.
- Pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.
- Contoh menu bergizi yang memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai sumber protein, vitamin, mineral, dan energi untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Selain penyampaian materi, mahasiswa juga membuka sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada para ibu untuk berkonsultasi mengenai pola makan anak, pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI (MPASI), serta cara menjaga kesehatan keluarga. Suasana diskusi berlangsung interaktif sehingga semakin memperkuat pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat, mahasiswa KKN Kelompok 56 juga menyiapkan berbagai souvenir yang dibagikan kepada ibu-ibu yang hadir dan aktif mengikuti kegiatan. Pembagian souvenir tersebut menjadi penyemangat sekaligus bentuk penghargaan atas kepedulian masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak.
Koordinator kegiatan, Sintha Agiulina Tarigan dan Merlin Nadiah Widyanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung program pemerintah menurunkan prevalensi stunting.
Menurut mereka, edukasi menjadi langkah awal yang sangat penting karena pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh keluarga dan masyarakat.
"Kami berharap melalui sosialisasi CEGAT ini, para ibu semakin memahami pentingnya memenuhi kebutuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pengetahuan yang baik akan melahirkan kebiasaan yang baik pula sehingga dapat mencegah stunting sejak dini," ujar kedua koordinator kegiatan.
Arahan Ibu Camat Lumbis
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Camat Lumbis Selvi Iskandar S.I.P, A.Md.Keb memberikan apresiasi atas inisiatif Mahasiswa KKN Universitas Borneo Tarakan Kelompok 56 yang memilih isu stunting sebagai salah satu program prioritas selama melaksanakan pengabdian di Desa Dabulon.
Beliau menegaskan bahwa pencegahan stunting merupakan program nasional yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka stunting tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan, tetapi juga dipengaruhi oleh pola asuh keluarga, kebersihan lingkungan, sanitasi, serta pemenuhan gizi yang baik.
"Saya mengajak seluruh ibu-ibu untuk benar-benar memanfaatkan Posyandu sebagai tempat memantau tumbuh kembang anak. Jangan ragu berkonsultasi kepada tenaga kesehatan apabila ada masalah kesehatan maupun gizi. Mari bersama-sama kita wujudkan Desa Dabulon yang bebas stunting sehingga anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi penerus yang membanggakan," pesannya.
Beliau juga mengajak seluruh kader Posyandu agar terus aktif melakukan pendampingan kepada keluarga yang memiliki ibu hamil dan balita sehingga edukasi mengenai gizi dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Kepala Desa Dabulon Apresiasi Mahasiswa KKN
Kepala Desa Dabulon, Anuar Sadat, menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Mahasiswa KKN Universitas Borneo Tarakan Kelompok 56 yang telah menghadirkan program edukasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Desa Dabulon dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui penguatan pelayanan Posyandu dan pemberdayaan kader kesehatan desa.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik Mahasiswa KKN UBT Kelompok 56 atas kepeduliannya terhadap masyarakat Desa Dabulon. Edukasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran para orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak dini. Pemerintah Desa akan terus mendukung berbagai program kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Desa Dabulon."
Anuar Sadat juga berharap ilmu yang telah diberikan mahasiswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu membentuk pola hidup sehat di lingkungan keluarga dan memberikan dampak positif terhadap penurunan risiko stunting di desa.
Wujud Kolaborasi Menuju Desa Sehat
Pelaksanaan Sosialisasi CEGAT menjadi bukti nyata kolaborasi antara Pemerintah Kecamatan Lumbis, Pemerintah Desa Dabulon, Pustu Desa Dabulon, kader Posyandu, serta Mahasiswa KKN Universitas Borneo Tarakan dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan edukatif seperti ini diharapkan semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai periode emas pertumbuhan anak. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai gizi, pola asuh, dan perilaku hidup bersih dan sehat, Desa Dabulon diharapkan mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan bebas dari stunting.
Semangat kolaborasi yang ditunjukkan dalam kegiatan ini menjadi langkah positif menuju terwujudnya Desa Dabulon sebagai desa yang semakin peduli terhadap kesehatan ibu dan anak, sekaligus mendukung percepatan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas di Kabupaten Nunukan.



Danzo
18 Juni 2026 09:53:32
...