Desa Dabulon
Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan
Pendampingan Pustu ILP di Desa Dabulon Perkuat Sinergi Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Pendampingan Pustu ILP di Desa Dabulon Perkuat Sinergi Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Meta Deskripsi: Pendampingan Pustu Integrasi Layanan Primer (ILP) Kecamatan Lumbis di Balai Adat Desa Dabulon memperkuat kapasitas kader Posyandu dan pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui sinergi lintas sektor.
DABULON; Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat terus dilakukan melalui penguatan implementasi Pustu Integrasi Layanan Primer (ILP). Bertempat di Balai Adat Desa Dabulon, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, pada Senin (13/7/2026), dilaksanakan kegiatan Pendampingan Pustu ILP Kecamatan Lumbis yang melibatkan berbagai unsur pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga mahasiswa.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala UPTD Puskesmas Mansalong, dr. Sulfidayati, yang sekaligus membuka kegiatan dan memberikan arahan mengenai pentingnya transformasi pelayanan kesehatan primer sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat hingga ke tingkat desa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Dabulon Anuar Sadat, aparatur pemerintah desa dan anggota BPD dari tiga desa di wilayah sekitar, seluruh kader Posyandu Desa Dabulon, serta Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Borneo Tarakan (UBT) Kelompok 56 yang saat ini sedang melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Dabulon.
Dalam kegiatan pendampingan tersebut, peserta juga mendapatkan materi dari dua narasumber, yakni:
- Kurniawan Adi Darma, SKM selaku Penanggung Jawab Kluster 1 UPTD Puskesmas Mansalong.
- Adnan Amrie, SKM selaku petugas Promosi Kesehatan (Promkes) UPTD Puskesmas Mansalong.
Penguatan Integrasi Layanan Primer di Tingkat Desa
Dalam sambutannya, dr. Sulfidayati menjelaskan bahwa pelaksanaan pendampingan Pustu ILP merupakan bagian dari implementasi transformasi sistem kesehatan nasional yang menitikberatkan pada pelayanan kesehatan primer yang lebih dekat, mudah diakses, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan Integrasi Layanan Primer tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan semata, tetapi membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah desa, kader kesehatan, lembaga desa, serta seluruh elemen masyarakat.
"Melalui pendampingan ini kami ingin memastikan bahwa Pustu dan Posyandu mampu menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan yang berkualitas di desa. Pelayanan kesehatan tidak lagi bersifat parsial, tetapi terintegrasi mulai dari promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif," jelas dr. Sulfidayati.
Ia juga menekankan bahwa kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai mitra tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi, melakukan deteksi dini faktor risiko penyakit, serta mendampingi masyarakat agar lebih sadar terhadap pentingnya menjaga kesehatan keluarga.
Materi Kluster 1: Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer
Pada sesi pertama, Kurniawan Adi Darma, SKM memaparkan materi mengenai konsep Integrasi Layanan Primer (ILP) beserta implementasinya di tingkat Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu.
Ia menjelaskan bahwa ILP merupakan model pelayanan kesehatan yang mengintegrasikan berbagai program kesehatan berdasarkan siklus hidup masyarakat, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif hingga lanjut usia.
Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan menciptakan pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan berkesinambungan sehingga masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara menyeluruh tanpa harus berpindah-pindah layanan.
Selain itu, ia juga menjelaskan pentingnya peningkatan kapasitas kader Posyandu dalam melakukan pencatatan, pelaporan, skrining kesehatan, edukasi masyarakat, serta koordinasi dengan tenaga kesehatan di Puskesmas maupun Pustu.
Promosi Kesehatan Menjadi Kunci Perubahan Perilaku
Sementara itu, Adnan Amrie, SKM dalam materinya menitikberatkan pada pentingnya Promosi Kesehatan (Promkes) sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat.
Ia mengajak seluruh peserta, khususnya kader Posyandu, agar menjadi agen perubahan di tengah masyarakat melalui penyampaian informasi kesehatan yang benar dan mudah dipahami.
Materi yang disampaikan meliputi pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pencegahan penyakit menular maupun tidak menular, peningkatan gizi keluarga, kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, imunisasi, hingga pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat akan lebih mudah tercapai apabila dilakukan melalui pendekatan yang persuasif dan melibatkan tokoh masyarakat serta pemerintah desa.
Sasaran Pendampingan
Kegiatan pendampingan ini menyasar berbagai unsur yang memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan di tingkat desa, di antaranya:
- Aparatur Pemerintah Desa.
- Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
- Seluruh kader Posyandu.
- Tenaga kesehatan Pustu.
- Mahasiswa KKN sebagai mitra edukasi masyarakat.
- Tokoh masyarakat dan unsur pendukung pelayanan kesehatan desa.
Melalui peningkatan kapasitas seluruh unsur tersebut diharapkan pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih optimal dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Dampak yang Diharapkan
Pelaksanaan pendampingan Pustu ILP diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Desa Dabulon dan wilayah sekitarnya.
Beberapa hasil yang diharapkan antara lain meningkatnya kompetensi kader Posyandu, semakin optimalnya fungsi Pustu sebagai pusat pelayanan kesehatan primer, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit, memperkuat koordinasi lintas sektor antara pemerintah desa dan tenaga kesehatan, serta mempercepat pencapaian indikator pembangunan kesehatan di tingkat desa.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka stunting, meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan ibu dan anak, memperkuat deteksi dini penyakit, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Dukungan Pemerintah Desa
Kepala Desa Dabulon, Anuar Sadat, menyampaikan apresiasi kepada UPTD Puskesmas Mansalong yang telah memilih Desa Dabulon sebagai lokasi pelaksanaan pendampingan Pustu ILP.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa dan sektor kesehatan merupakan langkah penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.
"Kami Pemerintah Desa Dabulon sangat mendukung penuh program Integrasi Layanan Primer ini. Kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan desa. Oleh karena itu kami siap bersinergi dengan Puskesmas Mansalong, kader Posyandu, BPD, serta seluruh elemen masyarakat agar pelayanan kesehatan di desa semakin baik dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga," ujar Anuar Sadat.
Ia juga berharap seluruh kader Posyandu dapat memanfaatkan kegiatan pendampingan tersebut untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin profesional, responsif, dan berkualitas.
Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta dukungan mahasiswa KKN Universitas Borneo Tarakan, diharapkan implementasi Integrasi Layanan Primer di Desa Dabulon dapat berjalan optimal serta menjadi salah satu pilar dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.



Danzo
18 Juni 2026 09:53:32
...