OpenSID merupakan aplikasi bersifat Open Source. Dikembangkan oleh OpenDesa demi mendukung keterbukaan informasi dan digitalisasi Desa diseluruh Indonesia
Tema Pusako merupakan Tema atau Theme Premium resmi Aplikasi OpenSID. Layout dan design perpaduan modern dan minimalis. Responsive terhadap semua jenis layar. Memiliki 12 pilihan warna primer. Dilengkapi fitur-fitur bawaan dari OpenSID serta fitur tambahan sebagai pendukung
Pagelaran Seni Budaya Suku Dayak Tenggalan Meriahkan HUT ke-26 dan IRAU ke-11 Kabupaten Malinau
Meta Deskripsi:Pagelaran budaya spektakuler Suku Dayak Tenggalan memukau masyarakat di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung dalam perayaan HUT ke-26 dan IRAU ke-11 Kabupaten Malinau. Kepala Desa Dabulon, Anuar Sadat, turut hadir bersama masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan warisan budaya lokal.
Malinau, 15 Oktober 2025; Suasana penuh warna dan semangat kebersamaan menyelimuti Panggung Budaya Padan Liu’ Burung pada Rabu (15/10/2025), saat masyarakat Dayak Tenggalan menampilkan pagelaran seni budaya yang memukau dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dan IRAU ke-11 Kabupaten Malinau.
Kegiatan yang menjadi bagian dari pesta rakyat tahunan ini menampilkan beragam prosesi adat dan atraksi budaya, mulai dari pembuatan Illuy “Akan Nu Akion”, hingga pembawaan Kalong Mayo, bekang raksasa khas Dayak Tenggalan dengan tinggi mencapai 4 meter dan lebar 1,5 meter. Karya spektakuler ini bahkan direncanakan akan diajukan untuk memecahkan rekor MURI, dengan pengumuman resmi pada saat penutupan IRAU nanti.
Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat, kreativitas, dan kekompakan masyarakat Dayak Tenggalan yang berhasil menghadirkan penampilan budaya yang luar biasa.
“Hari ini kita menyaksikan bagaimana kekuatan budaya lokal mampu menjadi kebanggaan bersama. Upaya masyarakat Dayak Tenggalan yang berusaha memecahkan rekor MURI bukan hanya tentang pencapaian, tapi juga tentang bagaimana mereka menunjukkan kerja keras dan kecintaan terhadap warisan leluhur,” ungkap Bupati Wempi.
Ia juga menyoroti pentingnya pelibatan generasi muda dalam kegiatan seni dan budaya sebagai upaya menjaga keberlanjutan tradisi.
“Saya sangat bangga melihat anak-anak muda Dayak Tenggalan kini ikut terlibat dalam setiap prosesi adat. Ini kemajuan luar biasa dibanding beberapa tahun lalu. Pelestarian budaya harus dimulai sejak dini agar jati diri kita tidak hilang,” tambahnya.
Dalam kesempatan bersejarah ini, turut hadir Kepala Desa Dabulon, Anuar Sadat, bersama perwakilan masyarakat Desa Dabulon yang datang untuk memberikan dukungan dan apresiasi terhadap pelestarian budaya Dayak Tenggalan.
“Kami merasa bangga bisa menjadi bagian dari perayaan ini. Budaya Dayak Tenggalan adalah bagian dari identitas besar masyarakat Kalimantan Utara, termasuk kami di Desa Dabulon yang juga menjunjung tinggi nilai adat dan tradisi,” ujar Anuar Sadat.
Ia juga menekankan bahwa keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan budaya lintas wilayah menjadi bukti kuatnya rasa persaudaraan dan persatuan antarsuku di Malinau dan sekitarnya.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya hiburan, tapi juga pembelajaran. Kita diajarkan tentang kerja sama, gotong royong, dan kecintaan terhadap warisan leluhur yang patut terus dijaga,” tambahnya.
Pagelaran ini juga menampilkan keindahan busana adat Dayak Tenggalan, termasuk hiasan kepala khas yang disebut Bupati Wempi sebagai “memiliki ciri unik dan tidak dimiliki oleh masyarakat lain.” Setiap penampil membawa makna dan simbol budaya tersendiri, memperlihatkan filosofi kehidupan, keberanian, dan keharmonisan manusia dengan alam.
Suara gong, gendang, dan nyanyian tradisional mengiringi setiap tarian adat yang ditampilkan, membuat para penonton, baik masyarakat lokal maupun tamu undangan, terpukau oleh kekayaan budaya yang begitu autentik.
Pagelaran seni budaya Suku Dayak Tenggalan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya masyarakat Malinau sekaligus mengingatkan generasi muda akan tanggung jawab mereka dalam melestarikan adat dan tradisi.
Bupati Wempi menutup sambutannya dengan pesan agar tradisi dan keterampilan seperti mengenakan busana adat, membuat Illuy, atau mengukir bekang tetap diajarkan kepada generasi penerus.
“Jika kita tidak mengajarkan keterampilan ini kepada anak-anak kita, maka satu generasi ke depan bisa kehilangan jati diri. Mari kita rawat budaya ini agar tetap hidup,” pesannya.
Pagelaran budaya Suku Dayak Tenggalan dalam perayaan HUT ke-26 dan IRAU ke-11 Kabupaten Malinau bukan hanya menjadi tontonan yang indah, tetapi juga simbol kebanggaan dan warisan luhur yang terus hidup di tengah masyarakat. Kehadiran Kepala Desa Dabulon Anuar Sadat bersama warganya menambah semangat persatuan dan kecintaan terhadap budaya lokal yang menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah berbasis kearifan lokal.
Slamet Riyadi
29 Juli 2025 03:27:50
Semoga kita bisa kerjasama bu. ...