Hasil Lomba Inovasi Desa Nasional 2025
Meta Deskripsi: Kementerian Desa dan PDT mengumumkan hasil Lomba Inovasi Desa Nasional 2025 yang mencakup Desa Wisata Nusantara, Ketahanan Pangan, DRPPA, dan Pengelolaan Sampah. Sejumlah desa dari berbagai provinsi dinobatkan sebagai juara nasional. Ajang ini menjadi wadah apresiasi pembangunan desa berbasis inovasi, gotong royong, dan kemandirian menuju pembangunan berkelanjutan.
Dabulon, Sabtu 15 November 2025; Melansir dari Laman resmi Kemendes PDT dan Detik.com, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan (Ditjen PDP) resmi mengumumkan para pemenang empat ajang Lomba Inovasi Desa Tingkat Nasional 2025. Kompetisi ini digelar untuk memperkuat kemandirian desa serta mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam pembangunan berbasis potensi local, Kamis ( 13/11/2025 ).
Empat ajang lomba tersebut adalah Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN), Lomba Inovasi Ketahanan Pangan Desa, Lomba Desa Ramah Perempuan, Peduli Anak, dan Pendidikan (DRPPA), serta Lomba Inovasi Pengelolaan Sampah Desa, merupakan rangkaian dari Festival Bangun Desa, Bangun Indonesia 2025.
Desa-Desa Terbaik Dinobatkan sebagai Juara Nasional
Dari proses seleksi yang ketat dan berlapis, sejumlah desa dari berbagai provinsi berhasil meraih predikat juara nasional:
- Lomba Desa Wisata Nusantara 2025
- Desa Melung, Banyumas, Jawa Tengah ; Juara I (Kategori I)
- Desa Jagara, Kuningan, Jawa Barat ; Juara I (Kategori II)
- Lomba Inovasi Ketahanan Pangan Desa 2025
- Desa Kaliwedi, Sragen, Jawa Tengah ; Juara I
- Lomba DRPPA 2025
- Desa Bantan Timur, Bengkalis, Riau ; Juara I
- Lomba Inovasi Pengelolaan Sampah Desa 2025
- Desa Gemawang, Semarang, Jawa Tengah ; Juara I Nasional
Kompetisi ini menjadi ruang apresiasi bagi desa-desa yang mampu melahirkan terobosan pembangunan melalui kreativitas, partisipasi masyarakat, dan pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan.
Mendes PDT: Desa Adalah Motor Inovasi Indonesia
Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan, tetapi gerakan nasional untuk memperkuat kemandirian desa.
“Inovasi yang lahir dari desa adalah kunci kemajuan Indonesia. Desa bukan objek pembangunan, melainkan subjek yang mampu melahirkan solusi, ide, dan inspirasi bagi bangsa,” ujar Yandri
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam memperkuat pembangunan desa, mulai dari pengelolaan sampah, ketahanan pangan lokal, pemberdayaan perempuan dan anak, hingga pengembangan wisata berbasis budaya.
“Semua inovasi ini bermuara pada satu tujuan: desa yang mandiri, berdaya, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Penilaian Transparan dan Berbasis Dampak
Direktur Jenderal PDP Nugroho Setijo Nagoro menegaskan bahwa seluruh lomba dinilai melalui proses objektif dan komprehensif.
“Kami menilai bukan hanya hasil, tetapi juga proses dan dampak terhadap kesejahteraan warga. Partisipasi masyarakat dan keberlanjutan inovasi menjadi fokus utama,” jelasnya.
Menurut Nugroho, kegiatan ini juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan serta memperkuat jejaring inovasi antardesa di seluruh Indonesia.
Komitmen Pemerintah dan Agenda Selanjutnya
Kemendes PDT berkomitmen memberikan dukungan lanjutan kepada desa-desa inovatif melalui: program pendampingan, pelatihan penguatan kapasitas, perluasan akses pasar serta penguatan jejaring inovasi nasional.
Para pemenang lomba akan diundang untuk menerima penghargaan pada Peringatan Hari Desa, yang akan digelar pada 15 Januari 2026 di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Slamet Riyadi
29 Juli 2025 03:27:50
Semoga kita bisa kerjasama bu. ...